Tingkat Sewa Properti Jakarta Terbesar Di Asia

By on May 29, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,421 kali

Tingkat Sewa Properti Jakarta Terbesar Di Asia

Hari ini dua konsultan properti internasional, Jones Lang LaSalle dan Colliers International mengeluarkan rilis tingkat pertumbuhan penyewaan properti Asia. Rilis tersebut menyampaikan penyewa properti terbesar dan juga kota dengan tingkat pertumbuhan penyewaan yang tinggi di kuartal I 2013.

Konsultan Jones Lang LaSalle mengatakan, dari berbagai kota besar di negara-negara Asia pada kuartal I 2013 dibanding kuartal sebelumnya, kenaikan sewa terbesar ada di wilayah DKI Jakarta.

Kenaikan sewa di Jakarta adalah sebesar 7,4 persen yang melebihi sejumlah ibukota di negara lainnya yang sedang berkembang di beragam negara Asia Tenggara seperti Kuala Lumpur (2,3 persen) dan Bangkok (4,1 persen).

Sedangkan berbagai kota besar lainnya di negara-negara Asia Timur mengalami penurunan sewa seperti Beijing (-3,7 persen) dan Hong Kong (-1,3 persen).

Meningkatnya pasar kenaikan sewa yang terus meningkat di Jakarta antara lain dikarenakan adanya optimisme kuat dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Kemudian pertumbuhan pesat tersebut juga memicu meningkatnya prospek bisnis sehingga lebih banyak terjadinya ekspansi perusahaan sehingga membutuhkan lebih banyak ruang kantor. Kebutuhan akan ruang kantor ini meningkatkan
akselerasi sewa yang kuat.

Untuk kelompok penyewa terbesar , sebagaimana diberitakan perusahaan-perusahaan yang berada di dalam sektor perbankan dan teknologi informasi (TI) merupakan pihak yang menjadi penyewa terbesar di dalam area perkantoran di negara-negara di kawasan Asia.

Rilis konsultan Colliers International menyebutkan sebagaimana kuartal IV 2012, maka pada kuartal I 2013 kelompok penyewa terbesar adalah di sektor Perbankan, Finansial, dan Keuangan, serta sektor IT. Sektor perbankan dan TI memiliki tingkat keaktifan terbesar atau di atas 25 persen dalam penyewaan perkantoran di negara-negara Asia.

Selain itu, kedua kelompok baik di sektor perbankan maupun TI tersebut aktif di berbagai negara-negara Asia termasuk China dan India. Sementara itu, perusahaan lainnya yang dinilai aktif (10-20 persen) di penyewaan kantor di berbagai negara-negara Asia adalah kelompok produk konsumer dan konsultan profesional.

Dalam rilis tersebut juga disebutkan bahwa lebih sedikit broker (56,1 persen pada kuartal I-2013 dibanding 56,6 persen pada kuartal IV-2012) yang memperkirakan tingkat sewa akan meningkat dalam 12 bulan mendatang.

Selain itu, lebih banyak broker (10,1 persen pada kuartal I-2013 dibanding 5,6 persen pada kuartal IV-2012) yang memperkirakan tingkat sewa akan menurun pada periode yang sama. Namun secara keseluruhan, para broker masih merasa positif akan pertumbuhan penyewaan kantor.

(Jul Allens, Vibiznews)