The Fed Menekankan Tidak Ada Kenaikan Tingkat Suku Bunga

By on June 14, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,230 kali

The Fed Menekankan Tidak Ada Kenaikan Tingkat Suku Bunga

Selama berminggu-minggu pejabat Federal Reserve telah terus mencoba meyakinkan investor untuk tidak overacting pada saat bank sentral mulai menarik kembali program pembelian obligasi sebanyak $85 miliar per bulan. Suatu penyesuaian di dalam program sama sekali bukan berarti akan mengakhirinya segera, kata para pejabat the Fed, dan bahkan lebih penting lagi hal itu tidak akan berarti the Fed sedang akan menaikkan tingkat bunga jangka pendek segera.

Namun investor tidak mau mendengar!

Sejumlah besar indikator menunjukkan bahwa investor mulai berpikir the Fed kemungkinan akan mulai menaikkan tingkat bunga jangka pendek- yang sekarang mendekati Nol – lebih cepat daripada yang dipikirkan sebelumnya. Terakhir sebelumnya banyak indikator pasar yang menunjukkan bahwa investor memperkirakan kenaikan tingkat bunga yang pertama akan terjadi pada pertengahan 2015, tetapi sekarang indikator ini memberikan indikasi kepada investor bahwa hal ini akan bisa terjadi lebih cepat.

Sebagai contoh, harga-harga telah jatuh di pasar berjangka fed-fund dan eurodolar dimana investor membuat taruhan terhadap tingkat bunga jangka pendek. Kejatuhan ini menunjukkan bahwa investor memperkirakan tingkat bunga jangka pendek yang lebih tinggi akan terjadi pada akhir 2014. Sebagai contoh lagi, tingkat bunga fed fund yang diperkirakan di Desember 2014 adalah 0.35%. Sementara di pasar eurodolar investor melihat tingkat bunga 3 bulan naik ke 0.67% sampai 2014.

Jan Hatzius kepala ekonomi di Goldman Sachs mengatakan outlook fundamental ekonomi sesungguhnya tidak berubah banyak, tetapi kami terus menjadi kuatir mengenai kebijakan dari the Fed. Banyak partisipan pasar meragukan komitmen dari the Fed dalam hal menjaga agar tingkat suku bunga tetap rendah.

Sejak Desember lalu the Fed telah terus menerus menjanjikan untuk mempertahankan tingkat suku bunga jangka pendek hampir nol sampai tingkat pengangguran telah mencapai 6.5%, sepanjang inflasi tidak melambung. Kebanyakan peramal tidak melihat tingkat pengangguran akan mencapai angka tersebut sampai pertenghan 2015. (Jul Allens, VibizNews)