Terlama Sejak 2004, Rupiah Melemah 9 Hari Berturut-turut

By on May 30, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,037 kali

Terlama Sejak 2004, Rupiah Melemah 9 Hari Berturut-turut

Nilai tukar rupiah melemah sembilan hari berturut-turut atau periode terpanjang yang pernah terjadi sejak 2004. Pelemahan dipicu kecemasan penundaan pemotongan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang bakal memicu defisit neraca transaksi berjalan lebih lebih dalam.

Dikutip dari laman Bloomberg, Kamis (30/5/2013), nilai tukar rupiah dari data kompilasi sejumlah bank lokal menunjukan pelemahan 0,1% ke level 9,813 setelah sebelumnya sempat turun 1% ke posisi 9.900 per dollar AS.

Pada perdagangan kemarin, rupiah sempat menyentuh level 9.905 per dollar atau level terendah sejak 15 September 2009. Sepanjang bulan ini, rupiah telah terkoreksi hingga 0,9%.

“Kami mendengar BI berusaha untuk menjinakan volatilitas nilai tukar,” ujar Khoon Goh, Senior Strategis dari ANZ Banking Group di Singapura. “Mereka takkan mampu menghentikan depresiasi rupiah namun berupaya untuk memastikan depresiasi berlangsung dengan teratur.”

Pemerintah Indonesia diketahui telah mengajukan usulan untuk menaikan harga premium sebesar Rp 2.000 per liter dan solar sebesar Rp 1.000 per liter. Menteri Keuangan Chatib Basri berharap usulan tersebut bisa dijalankan mulai bulan depan dengan harapan akan ada penghematan sebesar Rp 42 triliun.

Defisit neraca transaksi berjalan Indonesia sepanjang tiga bulan pertama 2013 mencapai US$ 5,27 miliar.

Goh menilai BI tak memiliki pandangan positif mengenai nilai tukar rupiah mengingat munculnya defisit transaksi berjalan seiring tertundanya kenaikan harga BBM yang membuat investor menjadi frustasi. (Syahid Latif, Liputan6 News)