Teori Martingale Dalam Investasi Forex

By on July 15, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,262 kali
Investasi-Forex

Teori Martingale Dalam Investasi Forex

Investasi Forex – Kadang para trader menganggap strategi martingale merupakan bom waktu. Lalu apakah cara ini terbukti efektif ketika digunakan dalam bertrading? ataukah malah akan merugikan? Pada artikel ini akan kami informasikan kepada anda mengenai teori martingale hingga anda dapat memahami penggunaannya beserta mengetahui risiko yang dapat terjadi.

Martingale adalah salah satu cara dalam bertrading forex yang sudah umum digunakan oleh para trader. Tapi apa itu martiangle sebenarnya? Oleh karena itu coba anda simak awal terciptanya sistem bertrading ini, Mulanya sistem ini diciptakan pada abad ke 18 dan sistem ini sudah sangat populer di Prancis. Ada banyak orang menggunakan sistem ini untuk judi nomor.

Mungkin kita pernah mendengar sebelumnya mengenai kata martingale, namun kita masih belum memahami apa itu dan bagaimana maksudnya. Sebab ada sebagian orang masih menganggap bahwa martingale ini merupakan sejenis judi di dunia trading. Pada abad 18 memang teknik ini yang sering digunakan penjudi untuk memenangkan taruhan. Namun martingale sendiri sebenarnya bukan rumus sakti yang mana bisa membantu untuk memenangkan taruhan secara konsisten, melainkan hanya sebuah cara untuk mengelola modal saja. Jadi martingale merupakan salah satu teori manajemen probabilitas yang mana dimungkinkan terjadi kesamaan nilai pada saat tertentu dengan waktu sebelumnya menggunakan suatu prinsip penggandaan.

Dalam bertrading forex, strategi tersebut merupakan sebuah strategi guna memperoleh keuntungan sekaligus menutupi kerugian atas transaksi pada waktu sebelumnya dengan melalui cara penggandaan modal. Dengan demikian, di saat kita menggunakan strategi martingale ini maka risiko dalam transaksi selanjutnya akan selalu mengalami peningkatan seiring dengan juga meningkatnya suatu kerugian. Begitu juga dengan aturan main dari strategi martingale, di saat kita melakukan sebuah transaksi sekian lot dan apabila hasilnya nanti rugi tentu untuk transaksi berikutnya akan menggunakan 2 kali lipat lot dari sebelumnya. Jadi ketika pada transaksi terakhir kita mendapati keuntungan maka profit tersebut bisa menutupi kerugian pada transaksi yang sebelumnya.

Jadi teori martingale ini sangat sederhana, misalnya :

 

  • Trading ke-1, memasang 2 lot (kalah)
  • Trading ke-2, memasang 4 lot (kalah)
  • Trading ke-3, memasang 8 lot (kalah)
  • Trading ke-4, memasang 16 lot (menang)

Ilustrasi dalam bertrading :

  • Buy lot pertama = – 20 $ (loss)
  • Buy lot kedua = – 40 $ (loss)
  • Buy lot ketiga = – 80 $ (loss)
  • Buy lot keempat = + 160 $ (profit)


Profit = + 20 $

Pada dasarnya penggunaan prinsip martingale tersebut haruslah memasang jumlah lot sebesar dua kali lipat dari pemasangan lot sebelumnya supaya jumlah lot tersebut akan selalu satu langkah ada di depan dari kekalahan sebelumnya, sehingga apabila menang bisa menutupi jumlah total kekalahan dari sebelumnya dan masih akan memperoleh laba sisa. Jadi secara teori strategi martingale tentu akan menang, akan tetapi yang menjadi masalahnya ada pada pertanyaan kapan kita akan menang? Apakah kita akan menang pada langkah ke 10, 20, atau bahkan ke 100? Hal inilah yang tidak bisa kita ketahui secara pasti. Oleh sebab itu apabila anda ingin menggunakan strategi martingale dalam bertrading, maka anda perlu untuk mempertimbangkan ketahanan modal anda mampu hingga transaksi keberapa. Dengan begitu anda dapat mengusahakan untuk menang sebelum mencapai kemampuan transaksi terakhir anda.