Tekanan Masih Besar, Investor Perlu Mengatur Ulang Portofolio Saham

By on April 9, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1,675 kali

Tekanan Masih Besar, Investor Perlu Mengatur Ulang Portofolio Saham

Masa koreksi di bursa tiba. Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpental dari level 4.900 dan turun 0,58% ke posisi 4.897,52. IHSG terkoreksi 1,69% dari rekor tertinggi, 3 April 2013 di posisi 4.981,47.

Investor melakukan aksi profit taking karena harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah naik tinggi, terutama saham sektor properti. Sejak awal tahun (year to date), indeks saham sektor properti sudah naik 36,27%.

Bayang-bayang inflansi tinggi di tahun ini juga menjadi pertimbangan para investor keluar dan menjual asetnya di pasar saham. Mereka kini tengah mencari portofolio yang aman dari gunting inflansi.

Dana asing juga mulai keluar dari bursa. Kemarin, dana asing keluar sekitar Rp 942,41 miliar dari pasar saham. Ini adalah angka net sell asing yang termasuk tertinggi di tahun ini. Padahal selama ini dana asing paling efektif menggerakkan pasar saham.

Tak pelak, kemarin, nyaris semua indeks sektoral terkoreksi. Indeks saham sektor consumer goods turun 1,12% dan indeks sektor properti terjerembab 1,09%.

Dalam situasi seperti ini, investor perlu jeli membaca keadaan. Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, menilai, dalam jangka pendek, IHSG masih terkoreksi karena tekanan profit taking. Di sisi lain, investor mulai masuk ke pertambangan. Kemarin, indeks sektor pertambangan naik 0,05% ke 1.816,07. Maklum, sejumlah emitennya berfundamental bagus dan murah harganya.

Selain pertambangan, Tedy Dwitama, analis OSK Nusadana Securities, menyarankan investor mengamati arah pergerakan dana asing. Ikuti saja ke mana larinya dana asing. “Asing biasanya untuk investasi jangka panjang,” ungkap Teddy kemarin.

Pemodal asing, antara lain pemborong saham Bank Mandiri Tbk (BMRI), meski harganya sudah naik 23,5% sejak awal tahun 2013. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, per akhir Maret 2013, asing menguasai 83,63% saham BMRI yang beredar di publik.

Selain BMRI, asing juga menubruk saham Bank BCA (BBCA). Saat ini, pemodal asing menguasai 91,62% saham publik BBCA.

Felix Sindhunata, Direktur Henan Putihrai Assets Management menyarankan investor merotasi portofolio sahamnya. Misal, dari saham sektor properti dan saham perbankan ke sektor lain, seperti sektor konsumer, pertambangan dan aneka industri.

Ia menilai, saham properti sudah naik tinggi sejak awal tahun ini. “Saat ini, saham perbankan dan properti mulai melemah,” tutut dia. (Kornelius Pandu W, Agustinus Beo da Costa, Kontan)