Tak Punya Modal Ber-Bisnis Properti?

By on July 4, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1,708 kali
Investasi Properti

Tak Punya Modal Ber-Bisnis Properti?

Dalam melakukan bisnis properti, bahkan untuk berbisnis penyewaan properti sekalipun pasti akan membutuhkan modal. Oleh karena itu anda dapat mencari modal melalui kredit perbankan. Akan tetapi, dalam menentukannya anda harus memperhatikan kemungkinan risiko yang bisa saja dihadapi.

Artikel ini akan memberikan tips bagi anda untuk dapat memanfaatkan suatu pembiayaan dalam berbisnis penyewaan sebuah properti. Mungkin disini pertanyaan yang penting untuk kita ketahui jawabannya adalah apakan sudah ada aset properti yang akan anda sewakan? Nah, apabila masih belum dan isi dompet anda dirasa tidak mencukupi untuk membeli suatu properti, maka anda bisa memanfaatkan pembiayaan properti dengan cara kredit. Sekarang ini meningkatkan kapitalisasi sebuah aset dengan cara pinjaman memang sudah sangat lazim dilakukan, namun semua itu kembali lagi dari pertimbangan masing-masing. Dengan memanfaatkan modal pinjaman untuk permodalan dari bisnis yang dilakukan, disarankan untuk tidak melakukan peminjaman modal hingga mencapai 100%. Anda lihat uang yang anda miliki apakah masih ada yang bisa disisihkan. Atau anda juga bisa mendapatkan modal tambahan dengan melakukan kerja sama dengan investor lain. Jangan hanya modal dengkul. Tujuan memanfaatkan pinjaman untuk modal usaha, lantas bukan berarti kita tidak perlu untuk mempersiapkan sejumlah modal. Setidaknya kita tetap harus mempunyai modal baik itu berupa aset yang nantinya dapat digunakan sebagai jaminan kredit. Lalu bagaimana supaya suntikan dana sebagai modal bisa terlaksana? Lihatlah aset -aset yang sekiranya anda punyai. Bisa mobil ataupun rumah, dari aset keduanya tersebut bisa menjadi pertimbangan anda untuk mencari modal usaha. Berikut ini ada beberapa hal yang harus anda pertimbangkan dalam mencari pembiayaan yang akan anda gunakan untuk memulai bisnis penyewaan suatu properti :

  • Memperhitungkan prospek dari bisnis tersebut

Bisnis penyewaan properti memang bisa dibilang menjanjikan, namun apakah bisnis ini sudah sesuai dengan anda? hal ini yang belum bisa kita ketahui. Untuk mencari tahu akan hal itu sebaiknya anda mulai untuk berhitung, melakukan riset serta melakukan simulasi. Contohnya seperti apakah lokasi dari properti yang disewakan sudah prospektif ? Lalu bagaimana dengan okupansi dari properti yang sama di wilayah tersebut? Lalu berapa keuntungan dari sewa properti tersebut?

Nah, untuk mengajukan pinjaman ke suatu bank tentunya pihak bank akan menanyakan rencana dari penggunaan uang tersebut, apalagi jika nilai nominalnya cukup besar pasti bank akan jauh lebih mempertanyakan banyak hal. Jadi pastikan berkas peminjaman tersebut anda lengkapi dengan simulasi bisnis yang bisa meyakinkan.

  • Lihat kantong anda sendiri

Sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman bank, sebaiknya lihat kantong anda sendiri. Kira-kira aset apa yang bisa dijadikan agunan bank? Karena tidak mungkin anda datang ke bank untuk meminjam sejumlah modal dengan tangan kosong. Setelah anda mengetahuinya, kemudian hitung berapa nilai kredit yang sekiranya dibutuhkan dan usahakan cicilan kredit tersebut nantinya tidak memberatkan anda.

  • Perhatikan kesehatan kocek anda

Agar cicilan kredit lebih sedikit ketimbang pendapatan dari sewa properti, maka untuk menyiasatinya dengan memperbanyak uang muka atau down payment. Sebaiknya uang muka paling tidak lebih 30%. Jadi semakin banyak justru semakin bagus sehingga cicilan kredit juga lebih ringan.

  • Ajukan ke suatu bank

Hal yang perlu anda ingat. Selama anda memenuhi syarat, maka bank juga pasti mengucurkan kredit untuk anda. Jadi supaya pengajuannya lancar lakukan riset terlebih dahulu dengan bertanya persyaratan untuk pengajuan kredit via telepon maupun datang langsung ke kantor cabang, karena bank juga ingin mengetahui usaha anda selain identitas diri anda dalam menggunakan kredit usaha.

  • Lakukan evaluasi

Disini sangat penting karena dengan melakukan evaluasi maka kita bisa mengetahui apakah pendapatan dari uang sewa tersebut nantinya dapat menutupi nilai cicilan kredit dari properti anda. Yang perlu diingat pembiayaan dari properti itu adalah bentuk utang dalam jangka panjang sehingga pastikan kedisiplinan atas perencanaan mengenai keuangan yang anda miliki.