Tahapan Memulai Bisnis

By on February 16, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 2,885 kali

Tahapan Memulai BisnisStart-Up Bisnis – Untuk membangun sebuah bisnis, meskipun dalam skala kecil menengah, hal yang paling mendasar adalah memahami dahulu bagaimana tahapan bisnis, mulai dari awal hingga bisnis tersebut berkembang. Dengan adanya pembagian tahapan dalam menjalankan bisnis maka Anda bisa mengetahui sejauh mana perkembangan bisnis yang sudah dicapai. Selain itu, Anda juga bisa menentukan target bisnis Anda di masa mendatang dengan adanya tahapan perencanaan dalam menjalankan bisnis.

Mencari Ide Bisnis

Merupakan tahap paling awal ketika akan memulai bisnis. Calon pebisnis  mencari berbagai informasi tentang peluang dan ide bisnis. Ide ini bisa datang darimana saja. Kita bisa memperoleh ide bisnis dari buku, majalah, internet, seminar, saran pebisnis senior dan juga ketika kita berkunjung ke pusat perbelanjaan/pusat keramaian. Selain itu, Anda bisa mendapat ide berbisnis dengan mencari sebuah masalah atau mencari yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kemudian, jawaban atas permasalahan atau yang dibutuhkan tersebut bisa dijadikan model bisnis yang menguntungkan bagi Anda.

Terakhir, konsep yang tidak ada pernah matinya untuk memulai bisnis yakni ATM (Amati – Tiru – Modifikasi). Kebanyakan pemula terpaku pada ide bisnis asli. Padahal untuk mendapatkan ide bisnis kreatif, mereka bisa mengamati ide bisnis yang sudah ada di pasaran kemudian menirunya dengan menambahkan modifikasi baru agar ide tersebut bisa lebih unggul dibandingkan ide bisnis yang sebelumnya.

Memulai Bisnis

Setelah menemukan ide dan peluang bisnis, kemudian memulai bisnis. Ingat, intinya adalah ACTION dahulu, dan jangan takut gagal. Pada tahap ini fokuslah untuk jualan, promosi, mengubah calon pelanggan menjadi pelanggan. Kumpulkan dan cari konsumen sebanyak-banyaknya. Sebenarnya, setiap orang bisa merintis bisnis. Asalkan yang bersangkutan punya tujuan yang jelas dan konsistensi maka membangun usaha bisa membuahkan hasil manis. Untuk itu seseorang perintis usaha tak perlu berpikir rumit saat memulai usaha. Sebab terlalu banyak berpikir bisa-bisa malah membuatnya tidak berani memulai usaha. Untuk menjadi pebisnis harus memiliki mimpi yang besar. Mulai saja dari yang paling sederhana dan lakukanlah sekarang. Selain itu juga harus membuang kekhawatiran tentang kegagalan yang dihadapi. Anggap saja kegagalan sebagai tangga untuk kita makin naik. Karena dari kegagalan itu pula orang belajar dalam berbisnis.

Meningkatkan Profit

Pada tahap ini kita fokus untuk meningkatkan keuntungan bisnis. Setelah banyak konsumen yang datang ke toko kita, saatnya kita meningkatkan keuntungan. Sebaiknya Anda sudah mulai memikirkan untuk memperbesar margin keuntungan. Caranya adalah dengan membuat konsumen membeli lebih sering dan dalam jumlah yang lebih banyak. Jangan cepat puas bila konsumen hanya membeli 1 produk saja, tawarkan produk lain dengan margin yang lebih tinggi. Naikkan harga Anda disertasi dengan bonus tambahan yang kelihatan mahal, tetapi bisa dibeli dalam jumlah banyak dengan harga yang murah. Dekati lagi konsumen lama kita karena akan jauh lebih mudah memberikan penawaran produk kepada konsumen lama dibanding konsumen baru.

Membangun Sistem

Tahap ini secara bertahap kita mulai membangun sistem bisnis. Kita mulai membuat Standard Operating Procedure, buat sistem proses order, penjualan, penggajian karyawan dan membuat tim manajemen. Inti dari tahap ini adalah bisnis tetap bisa jalan, meski kita sendiri sedang tidak ada ditempat. Impian banyak pebisnis adalah menciptakan sebuah sistem bisnis yang mengatur dan memastikan proses bisnis di perusahaan bisa berjalan bagaikan sebuah mesin bisnis yang otomatis berjalan tanpa harus ada keterikatan langsung untuk mengontrol roda bisnis oleh pemiliknya.

Melebarkan Sayap Bisnis

Tahap ini bisa dilakukan ketika sistem bisnis yang sudah dibangun berjalan dengan baik dan lancar. Proses pengembangan bisnis ada berbagai macam, diantaranya adalah membuka cabang, membuka sistem kemitraan, membuka sistem waralaba dan mencari ide bisnis baru. Untuk tahap ini, pastikan bahwa merek kita sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI).

Sumber: studentpreneur.co