Syarat-syarat yang dipenuhi untuk Mengajukan Kredit Rumah

By on October 30, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 442 kali

Investasi Properti – Ada syarat-syarat yang dipenuhi untuk mengajukan kredit rumah, apa sajakah itu? Dapat hidup secara mandiri dengan tinggal di rumah sendiri tentu menjadi keinginan banyak orang, terutama jika sudah berkeluarga. Namun seringkali keinginan tersebut harus terkendala dengan keterbatasan dana yang dimiliki terutama jika menginginkan hunian yang berada dikota-kota besar yang sudah mencapai kisaran harga yang sangat tinggi. Saat ini tidak sedikit masyarakat yang menggunakan KPR atau kredit kepemilikan rumah, karena merasa kesulitan hanya dengan mengandalkan penghasilan bulanan saja. Benarkah KPR menjadi salah satu solusi yang tepat untuk segera mendapatkan tempat tinggal? Untuk lebih jelasnya berikut ini merupakan beberapa keuntungan mengajukan kredit rumah (KPR) diantaranya adalah:

– biaya awal tidak memberatkan, karena disesuaikan dengan kemampuan calon kreditor
– rumah dapat segera ditempati
– adanya fasilitas sertifikat yang sah sehingga membuat legalitas rumah sangat terjamin.
– pengembang properti sudah terpercaya
– adanya upaya perlindungan dari musibah yang dapat terjadi secara tiba-tiba melalui asuransi properti
– bentuk investasi jangka panjang yang menjanjikan

Keunggulan KPR turut memberikan beberapa manfaat, jika dibandingkan dengan membeli rumah secara cash. Bagaimana apakah Anda juga tertarik untuk menggunakan kredit rumah? jika iya, berikut merupakan syarat-syarat yang dipenuhi untuk Mengajukan Kredit Rumah:

1. Kreditor merupakan Warga Negara Indonesia
Seorang kreditor haruslah berkebangsaan Indonesia, syarat ini dibuktikan dengan dokumen resmi yaitu Kartu Tanda Penduduk dan juga Kartu Keluarga. Jika Anda sudah menikah Anda dapat mengajukan KPR bersama, dengan turut menyertakan beberapa dokumen pasangan namun bila kondisi pernikahan tersebut sedang mengalami masalah, maka sebelum mengajukan kredit rumah, disarankan untuk terlebih dahulu menyelesaikan masalah tersebut, dengan maksud untuk menghindari konflik yang mungkin terjadi pada pertengahan masa kredit sehingga pembayarannya menjadi tidak lancar.

Berdasarkan peraturan pemerintahan Republik Indonesia, pada saat WNA belum diperbolehkan untuk mempunyai properti di Indonesia. Namun pada beberapa kasus WNA dapat mengajukan KPR dengan status Hak Pakai bila WNA tersebut:
– menikah dengan WNI, dengan turut didukung oleh perjanjian pisah harta atau pre nuptial.
– menggunakan nama kantor tempat WNA bekerja, dengan turut didukung oleh pengajuan nama direksi pada perusahaan tersebut dengan status WNI sebagai penjaminnya.

2. Usia
Syarat berikutnya adalah kreditor telah memenuhi batasan usia yang diperbolehkan untuk mengajukan KPR. Pihak Bank akan menentukan lamanya masa cicilan rumah dengan usia produktif pemohon yang sebelumnya sudah diperkirakan Bank terhitung sejak pemohon mengajukan kredit rumah tersebut.

Pada umumnya Bank menganggap usia produktif seseorang akan berakhir ketika menginjak usia 55 tahun, sehingga jika pemohon berusia sekitar 40 tahun maka masa cicilan rumah dapat mencapai 15 tahun. Berbeda jika pemohon berusia 50 tahun, karena masa cicilan maksimalnya hanya sekitar 5 tahun. Kondisi ini akan sedikit berbeda jika pemohon mempunyai profesi dengan masa produktif yang lebih panjang seperti sebagai Guru Besar yang dapat tetap produktif hingga mencapai usia 65 tahun.

3. Mempunyai Pekerjaan

Seorang calon kreditor diwajibkan mempunyai pekerjaan, syarat mutlak ini harus didukung dengan beberapa dokumen yang membuktikan yang bersangkutan sudah bekerja pada sebuah perusahaan sebagai karyawan tetap dengan masa kerja lebih dari 2 tahun, namun jika belum mencapai 2 tahun pemohon dapat menggunakan referensi dari tempat sebelumnya dia bekerja. Setelah itu pemohon diharuskan untuk menyerahkan slip gaji asli yang selanjutnya akan diperiksa oleh Bank. Pihak Bank akan menarik cicilan dengan besaran yang mencapai sepertiga atau 40% dari gaji bersih pemohon.

Bagi seorang pelaku bisnis, biasanya diharuskan untuk menyerahkan beberapa dokumen seperti : Surat Izin Usaha Perdagangan, daftar konsumen, bukti transaksi dengan konsumen, daftar pemasok, NPWP dan Tanda Daftar Perusahaan.

Sementara bagi seorang professional atau berprofesi mandiri seperti dokter, diharuskan untuk melengkapi beberapa dokumen diantaranya adalah NPWP, Surat Izin Praktek, daftar klien dan bukti transaksi dengan klien.
Bila gaji calon kreditor tidak memenuhi persyaratan untuk mengajukan kredit rumah maka kemungkinan pengajuan KPR akan ditolak.

4. Rekening Koran

Bukan hanya digunakan oleh calon kreditor memperoleh gaji dengan cara ditransfer, rekening koran juga digunakan untuk pemeriksaan ketepatan slip gaji, oleh karena itu bagi calon kreditor yang memperoleh gajinya secara tunai disarankan untuk menabungkan terlebih dahulu gaji tersebut ke rekening sebelum digunakan.

5. Tidak Mempunyai Pinjaman
Sebaiknya calon kreditor tidak mempunyai pinjaman ketika mengajukan KPR. Syarat ini diajukan dengan maksud  untuk menghindari pemotongan gaji bersih pada rekening calon kreditor karena pinjaman tersebut, sehingga menyulitkan calon kreditor untuk membayar cicilan. Oleh karena itu sebelum mengajukan KPR, calon kreditor disarankan untuk dapat menyelesaikannya terlebih dahulu, karena pihak Bank akan menilai kredibilitas calon kreditor dalam membayar cicilan secara tepat waktu dengan memeriksa sejarah kreditnya, sehingga kemungkinan besar Bank dapat meluluskan pengajuan KPR.

Persyaratan lainnya yang perlu dipenuhi calon kreditor adalah melunasi pembayaran DP dan menandatangani perjanjian kredit serta Akta Hak Tanggungan. Demikian informasi mengenai syarat-syarat yang dipenuhi untuk mengajukan kredit rumah, somoga dapat bermanfaat.