Sukses Investasi Reksadana

By on November 26, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,526 kali
Ilustrasi Investasi

Sukses Investasi Reksadana

Kata investasi sudah cukup sering terdengar gaungnya dimana-mana. Banyak hal positif dan juga negatif tentang sebuah investasi. Salah satu investasi dengan resiko kerugian yang minim adalah investasi reksadana. Ini merupakan sebuah cara berinvestasi dengan dana kolektif dan beberapa investor untuk dibelikan sebuah surat-surat berharga atau bisa juga sebuah saham dalam perusahaan, bertujuan untuk meringankan investor dalam memiliki investasi dalam surat-surat berharga tersebut karena memiliki nilai yang sangat tinggi.

Untuk memahami berbagai macam strategi investasi reksadana yang baik, ada sukses investasi reksadana. Namun perlu diingat bahwa bisnis investasi reksadana ini akan menjadikan para investor menjadi keranjingan untuk selalu menanamkan modalnya untuk investasi reksadana kepada sebuah perusahaan yang dikelola oleh Manajer Investasi. Banyak yang beranggapan bahwa investasi ini adalah cara menabung yang baik untuk tetap bisa mendapatkan passive income. Di bawah ini ada beberapa kiat sukses investasi reksadana yang bisa Anda pelajari lebih dalam.

1. Perencanaan keuangan. Tetapkan dulu tujuan bisnis dari awal, dan nantinya bisnis tersebut hasilnya untuk apa. Agar di akhir periode bisnis tersebut usai bisa langsung di plotkan untuk keperluan masing-masing.

2. Gunakan uang yang benar-benar aman dan tak diutak-atik untuk masa 2-5 tahun mendatang. Berbeda dengan investasi saham secara langsung, Anda sebaiknya tak perlu panik ketika terjadi fluktuasi harga. Uang Nganggur yang dimaksud di sini adalah uang yang sejatinya tidak dipergunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari, alias uang yang benar-benar nganggur tidak untuk keperluan yang lainnya. Dengan dana menganggur untuk 2-5 tahun, Anda tak akan mengutak-atik produk reksadana jika ada kebutuhan mendadak. Alhasil, imbal hasil yang akan Anda dapatkan bisa lebih maksimal..

3. Mengenali berbagai jenis profil resiko. Apakah kenservatif, agresif, atau moderat, profil resiko Ini bisa diketahui pada saat mengisi kuisioner di manajer investasi. Jadi nanti Anda akan mengetahui cenderung berinvestasi dimana dan dengan cara apa sesuai profil resiko yang sudah Anda ketahui sebelumnya.

4. Paham berbagai jenis investasi dan pilih Manajer Investasi yang tepat. Jangan sampai kita salah pilih manajer investasi yang tidak tepat sehingga nanti akan sangat merugikan Anda.

 5. Membeli reksadana secara berkala. Jika Anda melakukan investasi secara rutin tiap bulan misalnya, nanti hasilnya juga akan bervariatif karena harga reksadana tiap bulannya naik turun. jika Anda menginvestasikan sekali di awal dan harganya stabil terus, maka pertumbuhan keuntungan yang didapatkan juga sama tidak bisa bervariasi.. Teknik ini dikenal dengan nama cost-averaging.

6. Pepatah klasik soal investasi, yaitu “jangan meletakkan telur dalam satu keranjang”. Tetap lakukan diversifikasi dari dana investasi Anda. Sebar dana yang Anda miliki ke berbagai instrumen, misalnya ke reksadana pendapatan tetap sekaligus ke reksadana saham