Stimulus AS Menekan Harga Emas

By on June 11, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1,769 kali
Emas

Stimulus AS Menekan Harga Emas

Emas kembali tertekan. Spekulasi Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve, akan mengurangi stimulus moneter, menekan harga emas.

Harga emas di bursa Commodity Exchange untuk pengiriman Agustus 2013, Senin (4/6) sampai pukul 18.00 WIB, melemah 0,26% menjadi US$ 1.379,4 per ons troi. Jika dibandingkan dengan Kamis pekan lalu, harga emas sudah turun 2,57%.

Departemen Tenaga Kerja AS, akhir pekan lalu, mencatat, ada penambahan 175.000 lapangan pekerjaan baru di bulan Mei 2013. Angka ini melebihi ekspektasi pasar sebanyak 170.000 lapangan pekerjaan baru. Ini juga melampaui angka penciptaan lapangan kerja baru per April yang hanya 149.000 orang. Namun, di sisi lain, tingkat pengangguran di AS selama Mei justru mencapai 7,6% atau naik dibanding April yang sebesar 7,5%.

Data ini memberitahu bahwa ekonomi membaik sehingga memungkinkan stimulus untuk dikurangi. “Itu telah meningkatkan kekhawatiran investor emas, sehingga membuat harga emas tertekan,” kata Tom Power, analis komoditas RJ O’Brien & Associates di Chicago dikutip Bloomberg.

Nizar Hilmy, analis SoeGee Futures menambahkan, spekulasi pengetatan stimulus moneter AS membuat emas makin tertekan. Sentimen tersebut memicu perubahan perilaku investasi pelaku pasar dari emas ke saham dan instrumen lain yang memberikan imbal hasil yang tinggi. Pelaku pasar juga datang dari keraguan pasar terhadap pulihnya pesona emas.

Permintaan fisik besar

Ariston Tjendra, analis Monex Investindo Futures mengatakan, tren permintaan emas saat ini masih cukup positif terutama dari dua konsumen emas terbesar dunia yaitu China dan India. Namun, karena pada saat bersamaan emas juga mendapatkan sentimen dari menurunnya tingkat kepemilikan emas dalam bentuk exchange traded product dan exchange traded fund, harga emas menjadi sulit untuk menguat.

Ariston memproyeksikan, tren pelemahan harga emas masih akan berlangsung lama. Secara teknikal, tren pelemahan tersebut bisa dilihat dari pergerakan grafik mingguan harga emas yang bergerak di bawah moving average (MA) 200.

Sinyal pelemahan lain, juga bisa dilihat dari posisi moving average convergence divergence (MACD) di zona negatif dan menunjukkan tren melemah. Relative strength index (RSI) dan stochastic berada di area oversold 30 dan 20 menunjukkan tekanan belum berhenti di minggu ini.

Ariston memperkirakan, sepekan ke depan, harga emas melemah di US$ 1.353-US$ 1.400 per troi ons. Prediksi Nizar, harga emas antara US$ 1.330-US$ 1.400 dalam sepekan ke depan. (Agus Triyono, Cindy Silviana Sukma, Kontan)