Simak Fakta Jual Beli Emas

By on January 6, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 2,782 kali
Investasi Emas

Investasi EmasInvestasi Emas – Pada umumnya, wanita senang memakai perhiasan emas, karena selain untuk mempercantik penampilan, juga bernilai untuk investasi. Dulu, orang-orang generasi lama diajarkan bahwa berinvestasi emas tidak akan rugi, karena mereka percaya bahwa “harga emas tidak pernah turun”. Saat ini, hobi investasi emas tidak lagi sepopuler jaman dahulu, terutama sejak jatuhnya nilai emas. Kenyataannya, pasar emas bisa terpengaruh oleh spekulasi.

Meski demikian, tak ada salahnya tetap mempertahankan logam mulia ini untuk diversifikasi investasi Anda, terutama untuk tujuan jangka panjang.

Berikut adalah kompilasi tips dari mereka yang telah memiliki pengalaman menyimpan emas sebagai perhiasan sekaligus investasi.

1. Emas batangan jauh lebih bernilai dibanding emas perhiasan

Ada yang dinamakan biaya pembuatan perhiasan. Semakin rumit desainnya, semakin mahal pula biaya pembuatannya. Ketika hendak menjual kembali, biaya tersebut akan dibebankan kepada Anda sebagai penjual, karena pembeli hanya membayar berdasarkan berat dan kadar emas yang dimiliki.

“Saya pernah menyimpan emas batangan dan perhiasan emas dengan berat yang sama. Setelah lima tahun, saya jual kembali. Dan memang, potongan harga untuk emas perhiasan lumayan banyak perbedaannya. Jelas, emas batangan lebih menguntungkan. Tapi karena emas perhiasan juga saya pakai hampir setiap hari, jadi buat saya tidak terlalu masalah, karena fungsinya sedikit berbeda,” kata Lia, 35, seorang pekerja lepas.

2. Tinggalkan kuitansi pembelian saat hendak menjual perhiasan emas

Umumnya, toko emas akan menaksir nilai emas Anda di bawah harga yang tercantum pada kuitansi pembelian, meskipun harga emas pada saat Anda menjualnya bisa saja sudah naik.

“Awalnya secara tidak sengaja saya lupa bawa kuitansi saat hendak menjual kembali. Eh, ternyata perhiasan emas saya dihargai jauh lebih banyak dibanding ketika saya membawa kuitansinya. Ternyata teman-teman arisan pun menganjurkan hal yang sama. Sejak itu saya tidak pernah membawa kuitansi pembelian saat hendak menjual perhiasan emas saya,” ungkap Chandra, 53, seorang ibu rumah tangga.

3. Demi alasan keamanan, sewalah safe deposit box di bank atau titipkan di PT Pegadaian

Safe deposit box (SDB) biasanya tersedia di bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BNI, BII, dan lain-lain. Biaya sewanya mulai dari Rp 150.000 hingga jutaan rupiah per tahun. SDB ini dirancang secara khusus dari bahan baja dan ditempatkan dalam ruang khusus yang kokoh dan tahan api.

Di BCA misalnya, untuk ukuran SBD paling besar (25x26x60 cm) biayanya Rp 900.000 per tahun, disertai uang jaminan sebesar Rp 600.000. Di BNI, untuk tarif yang sama Anda mendapatkan SDB sebesar 5x15x24 cm. Sementara itu, di beberapa cabang Pegadaian, Anda bisa menitipkan emas batangan Anda dengan biaya Rp 20.000 per kantong – dengan perkiraan satu kantong bisa menampung maksimal 100 gram emas.

Jika terjadi kerusakan atau kehilangan akibat huruf-hara dan musibah alam, pihak bank tidak akan mengganti kerugian sebab hanya Anda yang tahu apa yang Anda simpan dalam safe deposit box tersebut. Akan tetapi, jika Anda menitipkan di Pegadaian, ada jaminan diganti selama Anda bisa menunjukkan bukti penyimpanan dan identitas diri Anda sebagai pemilik sah.

4. Hindari emas putih, karena ia hampir tidak bernilai jika dijual kembali

Di pasaran, biasanya ditemukan juga perhiasan emas putih dengan campuran bahan nikel atau palladium. Berhubung pembuatan emas putih sedikit lebih rumit dan campuran logam yang digunakan lebih mahal dibandingkan campuran logam pada emas kuning, biasanya harga beli perhiasan emas putih lebih mahal dibandingkan emas kuning. Sayangnya, begitu akan dijual kembali, emas tipe ini akan ditaksir lebih murah di pasaran.

Ariana, 33, seorang ibu rumah tangga dan ibu dua putri membagikan pengalamannya setelah ‘terselamatkan’ oleh perhiasan emas. “Setelah saya melahirkan anak pertama, Ibu mertua memberikan saya satu set perhiasan emas sebagai rasa terima kasih karena telah melahirkan cucu pertamanya. Untuk menghormati beliau, perhiasan tersebut saya pakai jika ada acara keluarga atau undangan pernikahan. Saat kami mengalami kesulitan keuangan karena suami tidak digaji selama enam bulan, perhiasan tersebut menjadi penolong kami untuk membayar kartu kredit, dengan cara digadaikan ke pegadaian.”

Dari semua logam, emas memang telah menjadi komoditas paling populer dan dianggap sebagai safe haven bagi investor setiap kali kondisi pasar keuangan mengalami guncangan. Hal ini setidaknya menunjukkan bahwa investasi emas berguna sebagai upaya diversifikasi resiko, tapi kurang menjanjikan sebagai pilihan investasi utama.

 

 

Sumber: liveolive.com