Siapa Yang Merugi Kalau Semua Trader Profit?

By on July 17, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,406 kali
Trader

Siapa Yang Merugi Kalau Semua Trader Profit?

Investasi – Pernah terpikir tidak, bagaimana kalau semua trader di seluruh dunia mendapat profit lalu siapakah yang akan merasa di rugikan? Apabila semua bisa menghasilkan profit pada market pasti para trader akan senang, para broker juga akan memperoleh komisi dari nasabahnya. Para investor akan merasa bahagia sebab bisa mendapat profit yang melimpah. Memang dalam hal ini sepertinya tidak ada yang dirugikan dari keuntungan yang didapatkan para trader. Tapi apa memang benar tidak ada pihak yang merasa dirugikan?

Apabila kita telusuri lagi, sebenarnya profit yang diperoleh para trader itu dari hasil mengambil selisih perdagangan mata uang. Kenyataannya ada banyak sekali faktor yang dapat menjadikan para trader tidak bisa memperoleh profit sesuai yang diharapkan. Dari sisi psikologisnya saja antar trader juga berbeda-beda. Jadi sepertinya sedikit kemungkinan bagi semua trader untuk memperoleh profit. Oleh karena itu ada kalanya kita mengalami loss maupun ada kalanya kita untung atau profit.

jika seandainya semua trader benar-benar bisa profit, dengan demikian secara tidak langsung tetap ada yang akan merasa dirugikan. Meskipun faktor kerugian seperti ini tidak dapat kita lihat langsung karena memerlukan waktu yang lama. Jadi apabila seorang trader memperoleh keuntungan, dampaknya juga akan mempengaruhi perekonomian. Walaupun ada imbas yang dihasilkan, akan tetapi hal ini legal serta di mata hukum juga sah.

Kaum ekspor-impor

Untuk siapa saja yang berkecimpung di dunia ekspor-impor umumnya akan mengeluh apabila terjadi penurunan atau kenaikan harga secara signifikan. Nah, kaum ekspor-impor lah yang paling akan merasakan dampaknya secara langsung akibat gejolak harga tersebut.

Saat harga dari mata uang itu mengalami kenaikan, maka kaum impor merasa senang sebab bisa membeli barang dengan harga murah. Namun lain halnya dengan kaum ekspor karena patokan harga diluar negeri akan menjadi kemahalan sehingga pihak luar tidak akan mau menerima barang dari kita. Apabila yang terjadi sebaliknya dimana harga dari mata uang menurun, maka kaum eksportlah yang akan gembira karena bisa menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi disana sehingga mendapatkan keuntungan yang besar.

Masyarakat

Bursa valas akan menentukan semua jenis mata uang, sehingga kita bisa membaca apapun harga dari jenis mata uang melalui statistik grafik market. Contohnya saja apabila ada trader yang hendak memborong jenis mata uang rupiah, maka mata uang tersebut akan menguat serta menimbulkan terjadinya kenaikan harga dalam market. Disaat harganya sedang naik seperti ini, maka pihak ekspor-impor akan selalu melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga di market. Akibat yang ditimbulkan ketika harga sedang naik yaitu pihak dari ekspor akan mengalami kerugian karena barang-barang mereka tidak akan laku di market. Sementara barang telah di masukkan ke market, dan alhasil barang dikembalikan serta akan mengalami penyusutan. Demikian ini juga dapat berpengaruh kepada para pelaku bisnis yang memproduksi jasa dan barang. Barang tersebut tidak bisa laku, namun biaya dari tenaga kerja harus tetap dibayarkan serta harus melunasi tagihan yang ada.

Apabila yang terjadi justru penurunan harga maka dampaknya bisa menimbulkan adanya intervensi dari bank central maupun pemerintah, maka pihak importlah yang akan dirugikan. Semua barang dari luar yang dibeli harganya akan naik. Efeknya barang tersebut harganya akan menjadi semakin mahal ketika dipasarkan.

Jadi kesimpulannya penurunan dan juga kenaikan harga akan menjadi masalah tersendiri. Pergerakan harga yang fluktuatif dapat mengakibatkan semua orang harus menanggung kerugian maupun dampak yang tidak terlihat. Bahkan inflasi bisa terjadi serta kenaikan harga komoditas juga selalu akan menghiasi perjalanan dari mata uang.