Siap-siap, Harga Rumah Akan Segera Naik

By on March 4, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,040 kali

Siap-Siap, Harga Rumah Akan Segera Naik

Menurut survei Bank Indonesia diprediksi ada kenaikan harga rumah sebesar 7,4% dibandingkan awal 2012 lalu. Para pengembang properti juga memperkirakan kembali terjadi kenaikan harga rumah memasuki awal tahun khususnya triwulan I-2013.
Hasil Survei Harga Properti Residensial mengatakan secara tahunan (yoy) kenaikan harga properti residensial pada triwulan I-2013 diperkirakan mengalami peningkatan dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 7,4%.
Berdasarkan survei tersebut, kenaikan harga rumah yang paling tinggi terjadi di Makassar sebesar 15,6% (y o y). Selain itu wilayah Palembang juga terjadi kenaikan harga hingga 10,57%.
Sedangkan data kenaikan harga rumah pada tiga bulan terakhir di 2012 (triwulan IV), menunjukan terjadi kenaikan 3,81% dibandingkan tiga bulan sebelumnya (q to q). Pada periode triwulan IV-2012 terjadi kenaikan harga rumah 6,98% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada periode itu juga tercatat terjadi peningkatan penjualan 26,68% dibandingkan 3 bulan sebelumnya. Kenaikan penjualan rumah tipe kecil mencapai 41,02%. Berdasarkan lokasi penjualan unit rumah kecil tertinggi terjadi di Jabodetabek dan Banten.
Para pengembang properti juga mengaku masalah kenaikan harga bahan bangunan menjadi penghambat bisnis mereka, sebanyak 19,39% dari mereka mengakui hal ini. Sementara itu, sebanyak 18,4% mengakui masalah tingginya suku bunga KPR juga menghambat sektor properti. Selain itu, tercatat 16,32% dari mereka menyatakan masalah uang muka masih menghambat dan 15,63% menyatakan masalah perizinan masih jadi kendala.
Survei harga properti residensial merupakan survei tiga bulanan yang dilaksanakan sejak triwulan I-1999 oleh BI. Dilakukan terhadap sampel kalangan pengembang properti di 12 kota yaitu Medan, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Manado, dan Makassar.
Wilayah Jabodetabek mulai disurvei pada triwulan I-2002, dan pada triwulan I-2004 ditambah kota Pontianak sehingga menjadi 14 kota. Total responden yang disurvei mencakup 45 pengembang utama di Jabodetabek dan Banten dan sekitar 215 pengembang di 13 kantor Bank Indonesia.
Analis Property Business Academy berpendapat kenaikan harga properti masih dalam batas wajar mengingat kenaikan harga bahan baku bangunan dan juga upah tenaga pekerja bangunan ditambah lagi naiknya suku bunga KPR. Kenaikan ini tidak akan menghambat animo konsumer properti ataupun para investor di sektor properti. Kestabilan investasi properti masih tetap yang terbaik hingga saat ini hingga beberapa tahun kedepan. (Dikutip dari vibiznews)