Seperti Apa Sentimen Pasar Atas Kontrak Gulir Indeks Emas

By on June 23, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 358 kali

Investasi Emas – Istilah kontrak gulir (rolling spot) mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Istilah ini mengacu pada kontrak yang diambil dengan memperjualbelikan harga kini. Baik penyedia layanan investasi lokal maupun internasional sudah tidak asing lagi dengan kontrak ini walau tidak semua menggunakannya karena kesesuaian maupun ketidaksesuaian dengan bentuk investasi. Karena alasan ini maka kontak gulir lebih cocok untuk investasi jangka pendek  tanpa jatuh tempo dan tidak cocok untuk investasi berjangka karena dalam prakteknya memang mustahil untuk diterapkan. Walaupun kontak gulir Indeks Emas tidak berbahaya dari aspek waktu, namun dapat berbahaya dari aspek nilai. Di bawah ini adalah bagaiman sikap pasar terhadap kontrak gulir emas. Yang wajib Anda ketahui:

Pengujian atas return kontrak gulir Indeks Emas membuktikan bahwa terdapat penolakan terhadap EMH bentuk lemah minimal dalam bentuk random walk, dan fakta tersebut konsisten. Hal lain yang dianggap menentukan EMH bentuk lemah adalah time horizon dari variabel yang diuji, jika data mingguan  dianggap sebagai short horizon maka pengujian terhadap data bulanan atau bahkan tahunan ddapat jadi  mencerminkan pandangan yang berbeda.

Persamaan return kontrak gulir Indeks Emas dipengaruhi secara bersama-sama oleh return IHSG, tingkat suku bunga Indonesia (SBI) dan tingkat inflasi sebesar 50%. Sekali lagi mohon diingat, 50% pengaruh return kontrak gulir Indeks Emas  terkuat hanya timbul dari 3 unsur! Sisanya sebesar 50% keragaman return kontrak gulir Indeks Emas dijelaskan oleh variabel lain selain variabel yang telah disebutkan di atas. Variabel-variabel lain tersebut dapat diindikasikan oleh jumlah uang beredar, kondisi politik di Indonesia, faktor makro ekonomi luar negeri serta faktor psikologis investor. Variabel yang paling besar mempengaruhi return kontrak gulir Indeks Emas adalah variabel return IHSG.

Penolakan terhadap random walk mencerminkan perilaku pasar yang tidak efisien, sehingga para investor dapat mengambil keuntungan abnormal diatas rata-rata keuntungan pasar yang telah ada dengan menerapkan analisa teknikal. Dengan kata lain, harga pada masa lalu pada pasar KIE dapat dipakai untuk memprediksi harga mendatang. Hal ini disebabkan terutama karena sejak diizinkannya pendaftaran transaksi luar bursa (OTC), jumlah Pialang Berjangka yang bertransaksi pada kontrak-kontrak di dalam bursa menjadi tidak banyak, sehingga memungkinkan Pialang Berjangka untuk menentukan sendiri harga KIE tanpa melalui mekanisme perdagangan yang seharusnya. Untuk hal itulah diperlukan insentif untuk mendorong peningkatan likuiditas kontrak-kontrak yang diperdagangkan di bursa, terlebih insentif untuk Market Maker sebagai penggerak pasar, baik dari bursa maupun pemerintah seperti pengurangan pajak, bebas biaya bursa, insentif dalam bentuk subsidi berdasarkan volume transaksi yang dibuat dan bentuk-bentuk lainnya. Pemerintah sebagai lokomotif perekonomian, setidaknya dapat mewajibkan perusahaan-perusahaan pemerintah dan menghimbau perusahaan-perusahaan swasta agar dapat memanfaatkan bursa berjangka sebagai tempat melakukan lindung nilai (hedging) supaya suatu saat bursa memiliki harga referensi yang dapat dipercaya dan dijadikan rujukan harga.