Sentimen QE buat investor AS acuhkan data buruk AS

By on April 5, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,553 kali

Sentimen QE buat investor AS acuhkan data buruk AS

Wall Street terangkat lagi semalam. Ini berkat janji stimulus bank-bank sentral dunia dan sejumlah rencana aksi korporasi emiten AS. Optimisme menutupi kenaikan angka klaim pengangguran Amerika Serikat.

McDonald’s Corp dan Hewlett Packard Co. melesat 1,4% sehingga ikut mendorong indeks Dow Jones. Dow naik 0,38% ke 14.606,11.

Indeks S&P 500 juga naik 0,4% ke 1.559,98. Pencetak top gainer dalam indeks ini adalah saham Best Buy Co. yang melonjak 16%. Pasalnya, Samsung Electronics Co menyatakan akan membuka gerai kecil di lokasi peritel itu di AS.

Saham Facebook Inc. juga reli 3,1% setelah mengumumkan akan merilis piranti lunak smartphone dengan versi modifikasi sistem operasi Google.

Sebelumnya, bank sentral Jepang mengumumkan akan melanjutkan aksi Quantitative Easing. Bank of japan akan mebeli 7 triliun yen obligasi per bulan.

Di Eropa, Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi memberi sinyal bahwa bank sentral Eropa itu akan menjaga kebijakan ekonomi longgar untuk periode yang lebi lama. ECB tak mengubah bunga, namun berkata bahwa QE lanjutan memungkinkan jika kondisi ekonomi menurun.

Berita positif QE membuat data klaim pengangguran yang jelek sedikit diacuhkan. Menurut Departemen Tenaga Kerja AS semalam, klaim penganguran AS naik 28.000 ke 385.000 sepanjang Maret. Ini merupakan angka tertinggi sejak 24 November.

“Ekspektasi pasar tinggi untuk Bank of Japan, dan mereka mampu melampaui ekspektasi itu. Isu besarnya bagi investot adalah data pengangguran besok (hari ini),” kata Janelle Nelson, analis RBC Wealth Management. Nanti malam, AS akan merilis data nonfarm-payroll. (Sumber Kontan)