Saham Wall Street Melonjak Naik Didorong Penjualan Mobil

By on September 5, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,223 kali
Wall Street

Saham Wall Street Melonjak Naik Didorong Penjualan Mobil

Wall Street – Saham-saham di Wall Street melonjak pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah penjualan mobil di Amerika Serikat (AS) melonjak menunjukkan ketahanan di sektor manufaktur.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 96,91poin (0,65 persen) menjadi berakhir di 14.930,87. Adapun indeks berbasis luas S&P 500 bertambah 13,31 poin (0,81 persen) pada 1.653,08, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq naik 36,43 poin (1,01 persen) menjadi 3.649,04.

Para investor menyambut kenaikan dua digit penjualan mobil dari GM, Toyota, Ford dan Chrysler.

“Kami melihat beberapa kekuatan di sektor manufaktur,” kata Alan Skrainka, direktur investasi untuk Cornerstone Wealth Management.

Sebuah survei ekonomi regional yang positif dari bank sentral AS (US Federal Reserve/the Fed) menggambarkan pertumbuhan ekonomi AS masih “sedang hingga moderat” sejak Juli.

Laporan tersebut menunjukkan belanja konsumen dan manufaktur telah meningkat di sebagian besar 12 daerah di AS dan mengatakan penciptaan lapangan kerja stabil atau membaik.

Kenaikan pasar juga terjadi meski kegelisahan di pasar atas prospek kebijakan pemerintahan Obama untuk menyerang di Suriah secara militer terus berlangsung.

Pada Rabu, Presiden Obama menegaskan bahwa perlunya respon global terhadap Suriah sehingga panel Senat AS menyetujui resolusi yang mengizinkan intervensi militer AS.

Setelah keterangan Obama itu, saham Ford naik 3,5 persen setelah melaporkan penjualan ritel terbaik sejak Agustus 2006. Total penjualannya meningkat 12 persen dari Agustus 2012.

General Motors melonjak 5,0 persen setelah penjualan ritelnya melonjak 22 persen tahun-ke-tahun, mencetak kinerja terbaik sejak September 2008.

Raksasa teknologi Apple naik 2,1 persen setelah menetapkan 10 September untuk acara yang diharapkan menjadi peluncuran iPhone baru, yang bisa termasuk versi berbagai warna dan murah.

Menurut laporan, Apple juga merencanakan acara temu media di China pada 11 September.

Perusahaan saluran pipa dan infrastruktur energi Kinder Morgan turun 6,0 persen setelah Jefferies memulai cakupan dengan rekomendasi “hold”. Jefferies menyatakan kekhawatiran bahwa belanja modal yang tinggi untuk pemeliharaan bisa mengurangi pembayaran dividen.

LinkedIn merosot 2,9 persen setelah mengumumkan pihaknya merencanakan penawaran umum sekitar satu miliar dolar AS sahamnya. Dana tersebut akan digunakan untuk pengeluaran umum dan ekspansi internasional perusahaan.

Pengecer diskon Dollar General naik 4,7 persen setelah labanya mengalahkan perkiraan tiga sen per saham pada 77 sen. Pertumbuhan penjualan toko yang sama mencapai 5,1 persen di kuartal ini.

Harga obligasi turun. Imbal hasil pada obligasi negara AS bertenor 10-tahun naik menjadi 2,90 persen dari 2,85 persen pada Selasa, sementara pada obligasi 30 tahun meningkat menjadi 3,80 persen dari 3,78 persen. Harga dan imbal hasil bergerak terbalik.
(Uu.A026)

Editor: Priyambodo RH, Antara News