Saham Kok Bisa Tidur?

By on January 23, 2017 | Artikel ini Sudah di baca 750 kali

Investasi Saham – Investor atau calon investor mungkin pernah mendengar istilah ‘saham tidur’. Sebelum membahas apa itu saham tidur, mari kita mengingat kembali strategi berinvestasi saham.

Ketika berinvestasi di pasar modal, investor harus benar-benar menyadari adanya kemungkinan mengalami kerugian, disamping potensi keuntungan yang tinggi. Keuntungan atau kerugian tersebut sangat dipengarahi oleh kemampuan investor dalam menganalisa keadaan harga saham dan kemungkinan turun naiknya harga di bursa.

Saat berinvestasi di pasar modal, investor tidak dijamin akan mendapatkan capital gain atau selisih lebih dari harga beli saham dan harga jual saham di setiap waktu. Investor juga memiliki peluang akan mengalami kerugian atau capital loss.

Strategi yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko dalam berinvestasi saham adalah dengan cara mengumpulkan beberapa jenis saham dalam satu portofolio. Strategi ini dapat memperkecil risiko dalam investasi karena kemungkinan bagi investor dalam mengalami kerugian akan disebar ke berbagai jenis saham.

Sebelum memilih saham mana saja yang akan dimasukkan ke dalam keranjang portofolio investasi, sebaiknya investor terlebih dahulu harus mengumpulkan informasi dan melakukan analisa terhadap berbagai jenis saham. Langkah berikutnya, memilih beberapa saham sesuai dengan kemampuan dana investasi.

Apabila di antara saham tersebut ada yang mengalami penurunan harga, maka saham tersebut dapat dilepas untuk kemudian digantikan dengan saham yang lain yang lebih baik. Kemudian apabila saham yang dilepas tadi harganya diperkirakan telah mencapai titik terendah, dapat dipertimbangkan untuk dibeli kembali apabila perusahaan yang bersangkutan memperlihatkan kinerja dan prospek yang baik.

Strategi berikutnya, adalah beli dan simpan. Strategi ini dapat digunakan apabila investor memiliki keyakinan berdasarkan analisis, bahwa perusahaan yang bersangkutan memiliki prospek untuk berkembang yang cukup pesat beberapa tahun mendatang sehingga sahamnya diharapkan akan mengalami kenaikan yang cukup besar pada saat itu.

Nah, strategi berikutnya adalah membeli saham tidur, sesuai judul di atas. Saham tidur adalah saham yang jarang atau tidak pernah ditransaksikan investor. Saham tidur ini bisa disebabkan karena jumlah saham yang dicatatkan terlalu sedikit atau dikuasai oleh investor institusi dan pemilik saham lama (pendiri perusahaan).

Saham tidur dapat pula disebabkan karena kinerja perusahaan yang bersangkutan kurang baik atau prospek usahanya masih kurang cerah sehingga kurang mendapat perhatian pemodal. Harga saham seperti ini biasanya cenderung undervalued (di bawah harga wajar).

Apabila investor meyakini kinerja perusahaan yang sahamnya tidur akan baik di masa mendatang, maka investor bisa membeli saham ini di harga yang rendah dibanding nilai buku perusahaan. Tetapi, membeli saham tidur ini diperlukan kesabaran investor terhadap perkembangan harga saham perusahaan yang bersangkutan.

Investor yang memilih strategi membeli saham tidur ini cenderung lebih bersifat spekulatif. Investor masih bisa mendapatkan keuntungan tahunan dari pembagian dividen saham tidur. Banyak perusahaan besar, terutama perusahaan multinasional yang sahamnya tidur, karena dimiliki institusi besar yang terbatas. Namun, perusahaan ini bisa memberikan dividen yang besar setiap tahun, karena keuntungan besar dari perusahaan.

Sekedar tambahan, ada pula investor yang memilih berkonsentrasi pada industri tertentu. Strategi ini lebih cocok bagi investor yang benar-benar menguasai kondisi suatu jenis industri, sehingga mengetahui prospek perkembangannya di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, investor dapat memilih beberapa saham perusahaan yang baik yang memiliki bisnis di dalam sektor industri yang bersangkutan. Contohnya hanya membeli saham sektor infrastruktur, atau membeli saham di sektor perkebunan.