Saat Harga Jatuh, Investor Pilih Emas Batangan Bukan Emas Hiasan

By on May 20, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,205 kali
investasi emas

Saat Harga Jatuh, Investor Pilih Emas Batangan Bukan Emas Hiasan

Merosotnya harga emas dalam beberapa bulan terakhir, membuat produsen perhiasan emas tak semangat untuk investasi mesin baru. Saat harga emas merosot orang lebih suka beli emas batangan ketimbang emas yang berbentuk perhiasan.

Salah satu produsen perhiasan emas, PT King Halim Jewelry, mengakui penjualan emas dalam bentuk perhiasan anjlok hingga 15% sejak harga logam mulia melorot beberapa bulan terakhir. Akibatnya, perusahaan yang berbasis di kota Surabaya ini ogah investasi mesin produksi di 2013.

Sales Marketing King Halim, Surya Suyasa mengungkapkan, harga perhiasan emas tahun ini dan tahun lalu mengalami perbedaan cukup signifikan.

“Harga perhiasan emas di 2012 bisa sampai Rp 530 ribu per gram. Awal tahun ini makin melorot di kisaran Rp 500 ribu per gram dan beberapa hari terakhir ini cukup stabil Rp 490 ribu per gram,” terang dia saat ditemui di Jakarta seperti ditulis Minggu (19/5/2013).

Imbasnya, kata dia, ikut menyusutkan penjualan perhiasan emas sekitar 10%-15%. Sehingga pembeli kini mulai beralih ke emas lantakan (batangan) sebagai investasi yang mulai menguntungkan.

“Kalau harga (perhiasan emas) turun drastis atau menjelang naik, yang beli tidak banyak tapi penjualan lantakan yang naik. Sedangkan kalau harga perhiasan stabil, penjualan lantakan normal,” jelasnya,

Surya menyebut, sebagian besar pembeli emas perhiasan dari King Halim adalah penjual emas grosiran, di mana mereka menahan untuk melakukan pembelian sambil menunggu harga logam mulia stabil. “Kalau dipaksain belanja, tapi toko emas merugi karena penjualan emas merosot, kan percuma,” keluhnya.

Melihat kondisi tersebut, dia mengaku, pihaknya menahan untuk merogoh investasi mesin produksi perhiasan, seperti kalung. Pasalnya pengadaan mesin produksi menelan biaya hingga ratusan juta rupiah.

“Pembeli perhiasan saat ini tidak sebanyak beberapa tahun lalu. Sehingga kami menghitung lagi apakah worth it kalau investasi mesin lagi untuk memenuhi kebutuhan pasar sebab satu unit mesin produksi kalung, biayanya ratusan juta rupiah,” tukas Surya.

Dia mengklaim, saat ini King Halim memiliki varian atau jenis perhiasan emas berupa kalung, cincin, gelang dan sebagainya terlengkap dibanding produsen emas lain. (Fiki Ariyanti, Liputan6 News)