Remaja dan Keuangan – Mengajarkan Mengelola Keuangan Anak Remaja

By on February 17, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 2,967 kali

Remaja dan Keuangan – Mengajarkan Mengelola Keuangan Anak RemajaPerencanaan Keuangan – Kebanyakan orang tua mengeluh bahwa anak-anak remaja tidak mendengarkan nasihat mereka. Sebaliknya adalah benar bahwa bila orang tua memberi saran mengenai uang adalah penting. Remaja benar-benar menerima masukan orang tua mereka tentang keuangan mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak remaja yang telah mulai pandai mendapatkan penghasilan mereka sendiri entah itu dengan menjadi karyawan orang tua mereka sendiri, atau menjalankan bisnis mereka sendiri. Contoh yang sering mudah dijalankan oleh kelompok umur ini adalah dropshipping. Mereka bahkan tak harus memiliki modal besar untuk menjalankan bentuk-bentuk bisnis semacam ini. Terlebih, sosial media juga mempermudah siapapun menjual produknya tanpa dibatasi usia.

Banyak remaja telah menghabiskan sebagian besar dari apa yang mereka dapatkan, sementara yang lain menyimpan sebagian besar atau bahkan seluruh penghasilan mereka untuk pembelian besar, atau untuk pendidikan perguruan tinggi mereka.

Anak-anak hari ini menjadi lebih dan lebih menyadari sumber keluarga mereka dari pendapatan dan status keuangan. Mereka menerapkan prinsip-prinsip uang belanja ketika mereka mengalami  sendiri. Dengan demikian, orang tua menjadi lebih bertanggung jawab untuk memulai “pelatihan” anak-anak remaja mereka untuk menggunakan uang mereka dengan bijak.

Berikut adalah beberapa cara bagaimana Anda, sebagai orangtua, dapat mengajarkan anak remaja Anda untuk menyelamatkan Rupiah mereka yang susah payah mereka peroleh:

1. Memimpin dengan teladan.

Dengan gaya hidup Anda, anak-anak akan melihat bagaimana Anda menghabiskan uang Anda.
Jika mereka melihat Anda menganggarkan jumlah tertentu untuk kebutuhan rumah tangga tertentu, mereka akhirnya akan melakukan hal yang sama ketika mereka mendapatkan penghasilan tetap mereka sendiri.

2. Doronglah anak remaja Anda memiliki rekening bank sendiri.

Membuka  rekening bank atas nama mereka akan memberi mereka tanggung jawab keuangan instan.
Duduklah dan jelaskan kepada mereka bagaimana mengelola rekening mereka sendiri, dan “imbalan” bahwa dengan berapapun yang mereka dapatkan, mereka akan menyimpan cukup uang.
Tabungan mereka dapat digunakan untuk biaya kuliah mereka, atau pembelian besar seperti sepeda motor bahkan mobil.

Selain itu, berikan mereka rasa keberhasilan setelah mereka menabung, dengan sesuatu yang konkret untuk menunjukkan apresiasi Anda. Anda dapat memeriksa manfaat khusus yang menawarkan bank untuk remaja yang membuka rekening di usia dini. Tapi jangan curang ya mentang-mentang Anda adalah orang tua!  Supaya wibawa Anda di hadapan anak remaja yang terkenal kritis tidak jatuh, jangan Anda berani-beraninya meminjam uang penghasilan anak Anda dan ketika diminta kembali Anda jawab “ Sudah habis untuk membesarkan kamu!” Malu lah! Masak Anda yang berulah keenakan  hingga keluar si anak, dia juga yang disuruh menanggung?! Hehehe. Itu namanya tidak sportif, mau enaknya tidak mau tanggung jawabnya.

3. Buatlah sebuah “rencana belanja”.

Setelah mereka mendengar kata ‘anggaran’, remaja cenderung merasa ngeri di pikiran mereka hanya karena harus membatasi pengeluaran uang mereka.

Sebaliknya, Anda dan anak remaja atau putri Anda dapat membangun sebuah “rencana belanja”. Hal ini akan membuat mereka senang, dan memikirkan cara bijaksana bagaimana mereka boleh menghabiskan tabungan mereka.

Juga, mintalah mereka mencatat pendapatan mereka versus pengeluaran mereka. Biarkan mereka tahu perbedaan antara item yang mereka butuhkan dan barang-barang mewah yang mereka inginkan, yang tidak harus mereka beli.

4. Membuat “mock” investasi di pasar saham.

Membuat mereka sadar akan pilihan yang mereka miliki secara finansial.
Dengan santai perkenalkan kepada mereka bagian bisnis surat kabar harian Anda dan meminta mereka membuat “tiruan” investasi bagi perusahaan yang memproduksi produk-produk yang mereka suka. Memantau saham bersama-sama dan ini akan memberi mereka pilihan lain menginvestasikan uang mereka di masa depan.