Reksadana Syariah Tidak Hanya Bagi Umat Muslim

By on September 28, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 703 kali

Investasi Reksadana – Reksadana syariah, apakah hanya diperuntukan oleh seorang muslim? Untuk menjawab pertanyaan tersebut sebaiknya Anda kenali terlebih dahulu dengan apa yang disebut dari reksadana syariah. Pada dasarnya reksadana syariah dari bagian dari pasar modal syariah. Lalu apa yang disebut dengan pasar modal tersebut? Pasar modal syariah pada umumnya tidak jauh berbeda dengan pasar modal umum lainnya. Hanya saja untuk kegiatan yang dilakukan dalam pasar modal, tersebut memiliki bentuk aturan yang tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Syariah itu sendiri merupakan bagian dari hukum dalam muamalah yaitu bentuk hukum untuk hubungan yang terjadi diantara sesama manusia.

Dalam bentuk hukum sesama manusia tersebut biasanya mereka bebas untuk melakukan hal apapun, selama hal yang dilakukan olehnya tidak melanggar bentuk aturan ataupun larangan yang terdapat di dalamnya. Dengan kata lain pasar modal syariah bukanlah sistem terpisah dari jenis pasar modal pada umumnya, karena muamalah bukanlah hubungan vertikal yang terjadi antara mahluk dengan penciptanya. Dari hal tersebut diambillah kesimpulan bahwa pasar modal syariah juga bisa digunakan oleh mereka yang non muslim, termasuk untuk jenis reksadana syariah yang menjadi salah satu bagian di dalamnya.

Reksadana syariah yang disebut pada bagian di atas adalah bagian dari pasar modal syariah, hal ini berkaitan dengan 3 jenis produk yang ditawarkan oleh pasar modal syariah itu sendiri, dan 3 jenis dari produk tersebut salah satu diantaranya adalah reksadana syariah. Ingin tau penjelasan mengenai 3 jenis produk dari pasar modal syariah tersebut? Simaklah uraian penjelasannya di bagian bawah ini :

1. Saham syariah

Saham adalah bentuk surat berharga yang digunakan sebaik bentuk bukti dari penyertaan modal yang dimiliki oleh seseorang dalam perusahaan tertentu. Dari bukti penyertaan tersebut, para pemegang saham tersebut memiliki hak yang berguna untuk mendapatkan hasil dari berbagai macam bentuk hasil yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Dalam konsep saham yang satu ini tentunya tidak terdapat berbagai macam bentuk prinsip yang bertentangan dengan prinsip dalam hukum syariah. Bahkan dalam hukum syariah kegiatan yang satu ini juga dikenal dengan sebutan musyarakah atau pun syirkah. Dari hal tersebut tentunya konsep saham pun dapat diterima, namun tidak semua saham juga diterbitkan oleh pihak emiten dan juga perusahaan publik lainnya, hal ini berkaitan dengan saham tersebut yang tidak semuanya dapat dimasukkan dalam kategori saham syariah.

2. Sukuk

Sukuk adalah istilah baru yang digunakan untuk menyebutkan obligasi syariah.atau islamic bonds. Penamaan yang satu ini dibuat dengan kandungan arti tertentu, seperti halnya secara terminologi yang mana dapat dilihat dari kata sakk yang dalam bahasa Arab artinya adalah sertifikat atau pun bukti milik. Sedangkan menurut peraturan yang terdapat di dalam bapepam LK yaitu pada nomor IX.A.13 justru menyebutkan bahwa sukuk merupakan efek syariah yang berbentuk sertifikat atau pun bukti kepemilikan, yang mana sertifikat tersebut memiliki nilai tertentu sebagai perwakilan dari bagian tertentu yang mana tidak terpisah atau pun terbagi atas :
– Aset yang berwujud tertentu
– Nilai manfaat dari aset yang berwujud tertentu, baik itu yang sudah ada atau pun yang baru akan ada
– Jasa, baik itu yang sudah ada atau pun akan ada
– Aset yang berasal dari proyek tertentu, serta
– Bentuk kegiatan investasi yang memang telah ditentukan dari waktu semula.

3. Reksadana

Reksadana syariah adalah bentuk reksadana yang memiliki aturan pelaksanaan yang mana tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah yang terdapat di pasar modal. Reksadana ini digunakan untuk menghimpun dana dari pihak masyarakat pemodal yang kemudian diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek dan biasanya diurus oleh manager investasi.