Reksadana Saham Syariah Menurun

By on May 23, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,662 kali

Reksadana Saham Syariah Menurun

Dana kelolaan reksadana saham syariah melorot sepanjang 2013. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total dana kelolaan reksadana saham syariah turun menjadi Rp 2,4 triliun pada minggu kedua Mei 2013 dibandingkan akhir 2012 lalu yang masih sekitar Rp 2,7 triliun.

Padahal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mencatat rekor pada periode yang sama. Demikian juga dengan reksadana saham konvensional atau non syariah yang mencatat kenaikan dari Rp 69,56 triliun di akhir 2012 menjadi Rp 77,6 triliun.

Analis Infovesta Utama Vilia Wati menduga, penurunan dana kelolaan reksadana saham syariah akibat aksi ambil untung investor. “Hal itu menggerus dana kelolaan reksadana saham syariah secara keseluruhan,” tutur Vilia, Rabu (22/5).

Dana kelolaan reksadana saham syariah juga terkena imbas dari pembubaran reksadana Mandiri Saham Syariah Atraktif pertengahan April 2013. Hingga akhir 2012, reksadana ini menggenggam dana kelolaan Rp 745 miliar dan merupakan kontributor terbesar ketiga dari seluruh produk reksadana syariah saham. “Produk reksadana Mandiri Komoditas Syariah Plus juga mengalami penurunan dana kelolaan secara drastis,” imbuh Vilia.

Di sisi lain, meningkatnya nilai pasar aset portofolio dan peluncuran tiga produk reksadana saham syariah baru di tahun ini, tak mampu mengimbangi penurunan dana kelolaan.

Fadlul Imansyah, Head of Investment PT CIMB Principal Asset Management mengatakan hal senada. Dia memperkirakan, penurunan dana kelolaan reksadana saham syariah terjadi akibat profit taking oleh investor karena sudah berada di atas prediksi target. “Penurunannya tidak terlalu signifikan, namun kemungkinan investor profit taking karena IHSG sudah tinggi,” kata Fadlul.

Fadlul bilang, penurunan dana kelolaan tidak terjadi di CIMB Principal Asset Management. Reksadana saham syariah ataupun reksadana saham konvensional justru mencatat kenaikan dana kelolaan. “Rata-rata kenaikan dana kelolaan sekitar 10% month to month,” kata Fadlul.

Vilia memprediksi, return reksadana saham konvensional masih akan unggul dibandingkan reksadana saham syariah tahun ini. Ia memperkirakan, reksadana saham konvensional bisa memberikan return sekitar 13% – 16% pada akhir tahun. Sedangkan, reksadana saham syariah hanya bisa memberikan return sekitar 12% ­- 14%.

Rata-rata kinerja reksadana saham syariah, dari akhir 2012 hingga 21 Mei 2013 mencapai 18,47%, atau masih berada di bawah kinerja reksa dana saham konvensional 21,65%. Menurut Vilia, salah satu penyebab tertinggalnya reksadana saham syariah dibandingkan dengan non syariah lantaran kinerja saham-saham syariah juga membukukan kinerja di bawah IHSG.

“Dari akhir 2012 hingga 21 Mei 2013, Jakarta Islamic Index (JII) mencatatkan kinerja 18,25%, sementara IHSG unggul dengan kinerja 20,20%,” kata Vilia. (Wahyu Satriani, Kontan)