Reksadana ETF (Exchange Tranded Fund)

By on July 5, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,764 kali

Reksadana ETF (Exchange Tranded Fund)

Sudah pernahkah anda mendengar mengenai Exchange Tranded Fund ? ETF sendiri merupakan suatu reksadana yang diperdagangkan pada bursa. Apakah menarik? Pada negara yang dari segi finansial maupun investasinya sudah maju, maka Exchange Tranded Fund (ETF) sudah sangatlah terkenal disana. Lalu bagaimana cara untuk membelinya?

Awal mulanya, exchange tranded fund serta reksadana indeks ini merupakan hasil dari study dengan mempelajari sejarah yang ternyata reksadana di AS memiliki kinerja di bawah standart pasar. Untuk itu muncullah suatu ide kenapa tidak membuat reksadana dengan kinerja yang sesuai dengan standart pasar? Namun karena biaya dari manajemennya cukup besar maka menjadikan biaya dari transaksi di reksadana juga menjadi lebih besar.

Dari adanya pertimbangan tersebut maka kemudian terbentuklah Exchange Tranded Fund dan reksadana indeks dengan biaya transaksi yang lebih rendah. Lantas apa perbedaan dari Exchange Tranded Fund dengan Reksadana indeks? Untuk ETF dapat diperdagangkan di BEI maupun Manajer Invesatasi. Sedangkan Reksadana indeks hanya dapat diperdagangkan oleh Manajer Investasi saja. Untuk sebagian orang menganggap ini sebagai keunggulan sedangkan sebagian lagi justru menyebutnya sebagai kelemahan. Mengapa demikian?

ETF bisa lebih memudahkan dalam hal jual beli karena memang lebih bagus serta praktis. Akan tetapi disisi lain dapat menjadi suatu kekurangan, mengapa? Di dalam konsep reksadana pada dasarnya untuk investasi dalam jangka waktu yang panjang. Dengan memudahkannya perihal jual beli maka akan banyak investor yang terpancing untuk segera menjual. Selain itu fleksibilitas dari ETF juga dapat menjadi bahan pertimbangan, tapi para investor tetap harus disiplin terhadap rencana investasinya. Sebab jangan sampai dengan mudahnya bertransaksi kemudian membuat para investor tidak dapat mengendalikan emosi dan serta menjadi tidak disiplin. ETF juga lebih likuid dan aktif karena dapat ditransaksikan pada bursa sehingga investor tidak akan mendapati kesulitan berarti saat akan melakukan penjualan saham miliknya.

Namun terlepas dari itu semua kendala dari ETF di Indonesia adalah kondisi pasar sekunder yang kurang aktif. Hal ini menjadikan para investor yang memiliki ETF ini mendapati kesulitan ketika menjual ETF di dalam pasar sekunder pada BEI walaupun telah ada suatu dealer partisipan.

Adapun perbedaan antara ETF dengan Reksadana konvesional yaitu :

  • Untuk reksadana indeks serta konvesional hanya mempunyai 1 harga. Sedangkan untuk ETF mempunyai 2 harga, yang pertama harga yang dilakukan perhitungan oleh Bank kustodian serta terbentuk ketika bertransaksi dalam pasar. yang kedua sedikit dapat berbeda dari harga yang diperhitungkan oleh bank kustodian.
  • Pada reksadana konvensional, beberapa pihak yang terkait antara lain Manjer Investasi dan juga Bank kustodian, sementara dalam ETF terdapat pihak satu lagi yang biasa dikenal dengan sebutan Dealer Partisipan, untuk fungsinya sendiri yaitu mewujudkan likuiditas di dalam pasar modal.
  • Untuk Reksadana konvesional dalam pembelian suatu unit penyertaan yang disebut dengan istilah Subscription. ETF pembelian dari unit penyertaan dikenal dengan Kreasi Unit.
  • Apabila di reksadana minimum pembeliannya relatif kecil maka pada ETF cenderung sulit. Itu disebabkan manajer investasi mengharuskan untuk membentuk sebuah portofolio yang serupa dengan indeks. Dengan demikian untuk investor yang menginginkan secara langsung untuk membeli melalui Manajer Investasi.
  • Dalam hal transparansi. untuk reksadana konvensional dapat dibilang kalah jauh. Karena untuk informasi portofolio serta unit reksadana konvensional hanya diterbitkan 1 sampai 3 minggu setelah akhir bulan. Sebaliknya, untuk isi dari ETF dapat kita lihat secara menyeluruh.