Rekening Pribadi dan Bisnis Wajib Dipisah!!

By on February 1, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 95 kali
Rekening Pribadi dan Bisnis Wajib Dipisah!!

Perencanaan Keuangan – Apakah Anda memiliki usaha sampingan, atau mungkin memang wiraswasta? Saat kita masih baru memiliki bisnis sendiri, entah dengan tujuan menambah penghasilan harian ataupun memang sebagai sumber penghasilan utama, seringkali kita mencampur-adukkan pencatatan keuangan antara arus kas pribadi dan bisnis kita.

Wajar sih kalau masih di awal bisnis omzet masih kecil dan belum ada keuntungan yang signifikan sama sekali. Rekening untuk menampung omzet penjualan juga sering kita satukan dengan rekening pribadi. Sayangnya, kita telanjur membawa kebiasaan ini meski skala bisnis kita sudah mulai membesar.

Baca: Sulit Menyisihkan Gaji Untuk Ditabung?

Hal ini bisa mengakibatkan dampak serius ke depannya, baik untuk keuangan pribadi maupun bisnis. Bisa-bisa Anda akan mengalami rugi sendiri ke depannya kalau masih menyatukan rekening pribadi dan bisnis.

Penasaran kenapa bisa rugi? Coba simak lima alasan menyatukan rekening rekening pribadi dan bisnis dapat membuat Anda rugi:

1. Kurangnya kesan profesionalitas
Kalau bisnis sudah agak besar, sebaiknya buka rekening sendiri atas nama bisnis. Jika membuka rekening atas nama bisnis, pembeli akan merasa melakukan transaksi dengan bisnis yang “nyata” dibandingkan dengan jika menggunakan nama rekening pribadi.

Rekening dengan nama bisnis juga menciptakan kredibilitas bagi calon pembeli, apalagi jika tipe bisnis adalah bisnis online. Calon pembeli akan lebih percaya rekening dengan nama bisnis dibandingkan nama pribadi untuk melakukan transaksi jual-beli.

Baca: Cara Membeli Rumah dengan Gaji Minim

2. Jumlah pajak yang kamu bayar bisa kebesaran
Ketika menggabungkan pencatatan keuangan bisnis dan pribadi, Anda akan kesulitan untuk memisahkan mana transaksi yang dilakukan untuk bisnis  dan mana yang bukan. Misalnya, bisa saja Anda tidak sengaja memasukkan bonus dari kantor Rp10 juta ke dalam penghasilan lain-lain di bisnis.

Berdasarkan konsep pajak penghasilan, kalau laba bersih semakin besar, otomatis jumlah pajak yang kamu bayarkan akan lebih tinggi. Apabila keuangan pribadi dan bisnis tercampur, jumlah pajak usaha yang kamu bayarkan bisa kebesaran. Sayang kan?

3. Sulit menganalisa kinerja bisnis
Apakah ingin bisnis tetap berjalan stagnan tanpa adanya peningkatan? Dalam dunia bisnis, salah satu langkah awal untuk memulai pengembangan bisnis adalah dengan menganalisa transaksi dan kinerja bisnis.

Kalau mencampurkan pencatatan keuangan pribadi dan bisnis, membuat perencanaan untuk mengembangkan bisnis akan lebih sulit dilakukan. Bisa saja memisahkan transaksi yang tercatat di bank satu per satu, tapi hal ini memakan waktu yang lama dan masih ada potensi Anda tidak sengaja menyertakan transaksi pribadi ke dalam transaksi bisnis.

Baca juga: Sisihkan Dana Lebih Saat Muda Agar Dapat Berfoya-Foya Saat Tua

4. Kekurangan dana untuk operasional ataupun ekspansi bisnis
Ini merupakan salah satu penyebab vital yang dapat membuat keuangan pribadi maupun bisnis berantakan. Saat omzet bisnis masuk ke rekening pribadi, Anda merasa memiliki banyak uang dan tidak sengaja membelanjakan sebagian untuk keperluan pribadi.

Apa yang terjadi? Kemungkinan bisa tekor untuk bisnis Anda karena jumlah dana yang tersedia di rekening tidak cukup untuk pengeluaran bisnis. Memisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis memiliki alasan yang sama dengan memisahkan rekening transaksi harian dan rekening tabungan: mencegah secara tidak sengaja menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi.

5. Mengambil keputusan yang tidak tepat
Anda akan sulit melihat berbagai pertimbangan untuk mengambil keputusan jika rekening pribadi dan bisnis menjadi satu. Dari sisi keuangan pribadi, jadi sulit mengukur berapa sebenarnya jumlah kas yang tersedia untuk pengeluaran rutin, berapa jumlah yang bisa kamu tabung, dan sebagainya.

Dari sisi bisnis, pastinya jadi lebih sulit mengetahui dengan pasti berapa saldo uang di bisnis saat ini untuk menentukan jenis pengeluaran yang akan kamu lakukan dengan bisnis untuk minggu  depan.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh Cermati

Jika informasi ini berguna, mohon bagikan kepada teman Anda.
Lihat Disclaimer

You must be logged in to post a comment Login

Anda dipersilahkan untuk bertanya, berkomentar dan berpendapat. Kami menghargai berbagai variasi pendapat dan opini sebagai bagian dari hak kekayaan intelektual. Setiap pertanyaan atau komentar yang Anda layangkan merupakan buah pemikiran pribadi yang akan membantu pembaca dalam melengkapi informasi atau melihat dari sisi sudut pandang lain yang relevan dengan topik bahasan tertentu. Anda setuju setiap pertanyaan atau komentar yang diberikan akan masuk proses moderasi untuk kenyamanan bersama. Kami jamin alamat email yang Anda cantumkan tidak akan dipublikasikan kepada pihak manapun.

Leave a Reply