Reaksi Seorang Trader Atas Gejolak Pasar

By on July 8, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1,950 kali
Reaksi Trader

Reaksi Seorang Trader Atas Gejolak Pasar

Sebagai seorang trader tentu akan ada reaksi yang dilakukan saat menghadapi gejolak pada market, Baik itu disengaja maupun tidak. Akan tetapi hal ini kerap kali terjadi saat mereka merasakan tekanan , rintangan dan kendala untuk mencapai profit. Nah, yang akan kita ulas pada artikel kali ini adalah mengenai reaksi kebanyakan para trader pada saat setelah mendapati cut loss dalam trading. Apakah mereka merasa frustasi, lega atau mereka malah bingung? untuk lebih jauh akan kami bahas selanjutnya.

Kita tahu bahwa karakter dari masing-masing trader memanglah tidak sama. Karena terdapat perbedaan itulah yang menjadikan ciri khas dari masing-masing trader mempunyai keistimewaan yang tersendiri. Misalnya pada saat melakukan sebuah transaksi maka tentu kita kerap kali melakukan suatu kesalahan. Bahkan kadang-kadang tanpa kita sadari perbuatan yang telah kita lakukan merupakan tindakan yang kurang tepat. Kesalahan sendiri akan baru bisa kita lihat setelah seorang trader selesai melakukannya. Berikut ini untuk mengetahui mengenai reaksi seorang trader setelah melakukan cutt-loss dalam bertransaksi seperti dibawah ini:

  • Marah-marah

Untuk tipe yang satu ini memang sering diderita sebagian trader yang mempunyai trempamen keras, Hal ini dilakukan karena mereka gagal memperoleh sejumlah profit yang telah diinginkan serta marah karena melakukan kesalahan ketika melakukan transaksi. Meskipun kita tahu bahwa marah tidak akan memberikan keuntungan. Namun yang dialami kebanyakan yaitu mereka tidak sabar serta menginginkan profit secara cepat. Dalam kondisi ini yang bisa kita lihat adalah seorang trader akan selalu menggunakan jumlah lot yang besar. Dan untuk menghindarinya maka anda harus coba menenangkan diri terlebih dahulu, karena emosi anda dapat mempengaruhi kestabilan trading anda. Perlu untuk anda ingat bahwa untuk mendapatkan sejumlah profit memang butuh kesabaran dalam prosesnya.

  • Tergesa-gesa

Untuk reaksi ini muncul pada saat trader merasa khawatir. Kekhawatiran dalam diri kita kerap lebih besar dibanding pandangan terhadap kondisi market yang akan bergerak fluktuatif sehingga dapat membuat seorang trader merugi. Alhasil kita bisa secara tergesa-gesa melakukan cut loss. Andai saja kita bisa lebih tenang dalam mengambil suatu keputusan mungkin kejadian yang tidak diinginkan tidak akan terulang lagi. Maka untuk solusinya adalah anda perlu mengatasi rasa kekhawatiran tersebut dan membuang jauh atas rasa kekhawatiran yang mungkin bisa tejadi, karena kondisi market juga tidak selalu buruk seperti yang anda bayangkan. Rasa ketakutan itu terjadi pada saat trader tidak mengetahui arah trend ataupun pergerakan sekarang. Dengan memperbaiki sistem anda kemudian menjalankan manajemen risiko dengan baik maka tidak akan kita jumpai aksi cut loss dengan tergesa-gesa.

  • Pasrah

Mungkin banyak yang bilang dengan cut loss yang dilakukan memanglah belum rejekinya atau sudah takdirnya. Pada dasarnya yang sebenarnya mereka katakan itu merupakan wujud dari rasa keputus asa-an. Sebuah rasa frustasi yang coba mereka luapkan dengan kegelisahan. Dengan apa yang dilakukan tersebut memang seorang trader akan merasa terhibur atas perkataan mereka sendiri. Akan tetapi dengan perkataan yang seperti itu, maka bisa saja akan terulang lagi. Belajarlah dari para trader lain yang berpengalaman, anda coba lihat transaksinya serta perhatikan atas langkah apa yang di ambil. Jadi inti dari kesemuanya adalah mengakui kesalahan atas apa yang telah dilakukan. Pelajarilah semua yang telah terjadi tanpa putus asa.


Memang banyak sekali trader yang setelah mereka melakukan aksi cut loss akan merasakan banyak hal. Semua itu dikarenakan emosi dari masing-masing trader yang tidak bisa dikontrol serta tidak bisa melakukan suatu transaksi dengan baik. Sebaiknya belajar dari kesalahan serta mencoba untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan tersebut karena trading tidak mengharuskan suatu transaksi yang selalu benar, akan tetapi seorang trader untuk terus berkembang.