Pilih yang Mana: Investasi Tanah, Rumah, atau Apartemen?

By on February 20, 2017 | Artikel ini Sudah di baca 621 kali
Properti

Investasi Properti – Tren yang terjadi pada kaum urban sekarang ini adalah investasi properti besar-besaran. Apalagi kalau bukan karena berita dari mulut ke mulut mengenai keuntungan yang bisa didapat ketika berinvestasi tanah, rumah, atau apartemen. Meskipun kesannya mudah untuk dilakukan, namun investasi properti bukanlah hal yang murah. Demi mendapatkan kesejahteraan hidup,Anda memerlukan dana yang cukup besar. Bahkan tidak sedikit juga yang harus meminjam uang ke bank sebagai modal berinvestasi.

Ada banyak pilihan investasi properti. Beberapa yang diminati akhir-akhir ini adalah investasi tanah, rumah atau apartemen. Namun dari ketiga pilihan ini, manakah yang lebih baik? Berikut ini adalah urutan prioritas pemilihan jenis investasi properti, jika prospek ke depannya berada dalam kondisi yang tidak terpengaruh oleh eksternal seperta kemacetan, banjir, dan yang lainnya.

Investasi Tanah

Investasi tanah merupakan ladang pendapatan Anda. Selain emas, harga tanah juga akan terus meningkat tiap tahunnya. Rata-rata kenaikan nilai tanah adalah sekitar 20 -25% setiap tahun. Sebaiknya beli tanah (kavling) di sekitar perumahan untuk memulai investasi ini. Ini dikarenakan aspek keekonomian dan legalitasnya yang menjanjikan.

Kelebihan Investasi Tanah

Return besar adalah kelebihan dari investasi properti yang satu ini. Lebih enaknya lagi, tidak ada biaya perawatan dan biaya asuransi. Bahkan resiko kepemilikan atas barangnya bisa sangat rendah.

Kekurangan Investasi Tanah

Sayangnya, investasi tanah jarang menghasilkan pendapatan tambahan karena jarang ada yang mau menyewa. Selain itu, semakin luas bidang tanah milik Anda, maka liquiditasnya juga semakin sulit.

Investasi Rumah

Mayoritas masyarakat Indonesia ingin memiliki unit rumah tinggal di atas tanah. Jika memerhatikan aspek-aspek di dalamnya, maka investasi rumah ini bisa sangat menguntungkan. Ingatlah, semakin banyak penduduk maka permintaan akan tempat tinggal juga akan semakin meningkat.

Kelebihan Investasi Rumah

Rumah bisa dijadikan hanya sebagai instrumen investasi atau bisa pula ditempati. Karena bisa disewakan, maka Anda bisa memberdayakannya untuk mendapatkan keuntungan. Untuk kenaikan harga rumah pertahunnya berkisar 15 – 20%.

Kekurangan Investasi Rumah

Diperlukan biaya khusus untuk perawatan rumah dan biaya asuransi yang berguna sebagai penekan resiko kepemilikan unit. Belum lagi biaya untuk membayar pajak.

Investasi Apartemen

Dahulu, tinggal di apartemen sudah menjadi life style. Namun karena terbatasnya lahan yang ada, maka tinggal di apartemen sudah bagaikan alternatif pilihan hunian.

Kelebihan Investasi Apartemen

Lebih liquid dibanding dengan tanah dan rumah. Pendapatan tambahannya pun lumayan besar. Fasilitas yang ada cukup lengkap dan biasanya terletak di daerah-daerah strategis.

Kekurangan Investasi Apartemen

Sayangnya, Anda harus membayar biaya rutin yang lumayan mahal seperti perawatan dan listrik. Anda juga tidak memiliki Hak Guna Bangunan karena tidak memiliki tanah.