Pilih Dana Pendidikan atau Menabung Rencana Pensiun Terlebih Dahulu?

By on August 12, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 728 kali

Perencanaan Keuangan – Hidup adalah serangkaian proses pengambilan keputusan yang tiada henti, begitu juga dengan perencanaan keuangan. Semuanya tergantung dari kemampuan kita dalam membuat skala prioritas dari sumber daya yang terbatas.

Sangat jarang seseorang bisa mendapatkan segala materi yang ia butuh atau inginkan – kecuali ia berasal dari keluarga kaya raya. Dengan sumber daya dan waktu yang sangat terbatas, kita perlu membuat pilihan-pilihan dan skala prioritas. Bagi Anda yang sudah berkeluarga dan memiliki momongan, memilih antara dana pendidikan dan dana pensiun merupakan sebuah keputusan sulit yang harus dibuat.

Keduanya terlihat sama-sama penting, jadi mana yang harus didahulukan?

Dana Pendidikan atau Dana Pensiun

Dalam hal ini, Anda harus mengurus keuangan seperti halnya ketika terjadi kejadian darurat di pesawat terbang. Anda dianjurkan untuk menggunakan masker untuk diri sendiri dulu sebelum membantu anak atau orang di sekitar Anda.

Memprioritaskan dana pensiun dari dana pendidikan mungkin terkesan tidak berperasaan, namun sebenarnya ini adalah tindakan yang baik untuk kedua belah pihak.

Dengan memastikan bahwa Anda tidak perlu bergantung pada anak-anak Anda kelak ketika sudah tidak mampu bekerja, maka Anda membebaskan mereka dari beban keuangan di masa mendatang.

“Bagaimana kalau saya tidak mampu memenuhi keduanya?”

Mari kita hitung ilustrasi berikut ini. Stephanie adalah seorang orang tua tunggal berusia 31 tahun yang memiliki seorang anak berusia 7 tahun. Ia berpenghasilan Rp 15 juta per bulan, serta memiliki pengeluaran rutin sebesar Rp 12 juta per bulan belum termasuk tabungan.

Stephanie berencana untuk pensiun di usia 45 tahun, dan ia ingin anaknya bisa kuliah kedokteran di salah satu perguruan tinggi ternama di Jakarta. Setelah melakukan sejumlah survei, dana pendidikan termasuk seluruh akomodasi ketika berkuliah di universitas A saat ini mencapai Rp 400 juta. Ini artinya, saat anaknya berusia 18, biaya tersebut akan menjadi Rp 975 juta karena inflasi.

Sementara itu, Stephanie membutuhkan Rp 2,8 miliar untuk bisa pensiun di usia 45 tahun.

Untuk mencapai dana pendidikan ideal, Stephanie harus menyisihkan uang tabungan sebesar Rp 3,4 juta per bulan untuk anaknya, disamping Rp 4,9 juta per bulan untuk kebutuhan pensiunnya.

Dengan sisa uang sebesar 3 juta perbulan, Stephanie bisa menyisihkan 80% untuk dana pensiun, dan 20% lainnya untuk dana pendidikan. Ini artinya ia harus menyisihkan Rp 2,4 juta untuk dana pensiun, dan Rp 600.000 untuk dana pendidikan anaknya.

Ini terdengar seperti situasi yang tidak ideal untuk ia dan anaknya, karena anaknya tidak memperoleh dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kuliah kedokterannya, dan Stephanie juga tidak bisa pensiun dengan gaya hidup yang ia inginkan.

Lalu, apa yang harus ia lakukan?

Stephanie bisa mempertimbangkan tiga solusi ini:

1. Menunda pensiunnya dan bekerja hingga 55 tahun atau beberapa tahun lagi – usia 45 tergolong cukup muda untuk pensiun. Dengan begitu, ia bisa punya lebih banyak waktu untuk menabung dana pensiun, sekaligus menyisihkan dana pendidikan untuk anaknya.

2. Memilih universitas yang lebih murah untuk pendidikan kedokteran anaknya. Selain itu, ia bisa mempertimbangkan universitas yang bisa dijangkau anaknya tanpa harus tinggal di asrama atau kos.

3. Meminta anaknya untuk membiayai sebagian pendidikannya dengan mencari beasiswa.

4. Melihat kembali pengeluaran pensiunnya. Bisakah ia lebih hemat saat pensiun?

5. Stephanie juga bisa mencari penghasilan tambahan, misalnya dengan melakukan pekerjaan sampingan di akhir pekan.

6. Di samping semua hal di atas, Stephanie harus mempertimbangkan investasi untuk mengembangkan dana yang ia sisihkan untuk dana pendidikan dan dana pensiun. Berhubung jangka waktu keduanya cukup lama, salah satu yang bisa dilakukan misalnya investasi di pasar modal.

Membiayai pendidikan anak dan rencana pensiun Anda sendiri tidak perlu menjadi pilihan tunggal. Dengan perencanaan yang cerdas, Anda bisa melakukan keduanya!

 

Sumber: liveolive.com