Pilih Beli Rumah Dulu atau Mobil dulu ya untuk Pasangan Baru Menikah?

By on April 7, 2017 | Artikel ini Sudah di baca 394 kali
Beli Rumah atau Mobil Dulu Ya

Perencanaan Keuangan – Hampir setiap pasangan baru menikah pasti sudah memimpikan untuk memiliki rumah dan mobil sendiri dari sebelum menikah. Namun, karena kemampuan finansial yang belum mendukung apalagi setelah menghabiskan lumayan banyak dana untuk acara pernikahan sehingga membuat pasangan baru menikah harus bisa memilih salah satu, mau beli rumah terlebih dahulu atau mobil lebih dulu. Keputusan tersebut harus dibuat bijak agar pasangan baru menikah tidak salah langkah.

Jangan sampai memaksakan diri, karena akibatnya bisa fatal. Apalagi jika kamu buru-buru mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kredit mobil sekaligus hanya karena gengsi. Padahal keuangan tidak siap. Kamu pun bisa pusing tujuh keliling. Karena itu, pertimbangkan baik-baik mana yang lebih prioritas.

Seringkali pasangan pengantin baru bingung dalam mengambil keputusan, mana yang harus menjadi prioritas? Rumah atau mobil? Kamu mungkin sering mendengar nasihat agar sebaiknya membeli rumah terlebih dahulu, karena harganya yang terus menanjak.

Rumah memang tak hanya dapat menjadi tempat tinggal, tetapi juga investasi yang menjanjikan. Meski begitu, dalam situasi tertentu, kamu sebaiknya membeli mobil terlebih dahulu apabila punya alasan kuat seperti pemaparan yang dikutip dari cekaja.com berikut ini.

Beli mobil dulu, karena…

Dana belum cukup untuk beli mobil plus rumah sekaligus

Kalau uang yang kamu punya belum memungkinkan membeli keduanya, mau tidak mau harus memilih. Bicarakan baik-baik dengan pasangan. Mana yang harus menjadi perhatian utama saat ini. Tak ada salahnya jika kalian memilih kredit mobil terlebih dahulu, dengan catatan, ada alasan kuat yang lainnya.

Ada tempat tinggal sementara yang tidak terlalu membebani finansial, tapi jangan terlena

Masih tinggal di mertua? Bersyukurlah karena ada waktu untuk mengumpulkan uang tanpa harus memikirkan bayar kontrakan. Karena urusan tempat tinggal untuk sementara aman, kamu bisa membeli mobil terlebih dahulu, tetapi jangan terlena ya. Kamu dan pasangan tetap harus menyiapkan diri untuk membeli rumah. Ingat, harga properti bisa naik 10% – 20% per tahun. Jadi jangan lupa untuk mengumpulkan uang demi rumah impian.

Kamu punya orangtua yang sudah renta dan harus bolak-balik ke rumah sakit

Sedih sekali bukan jika orangtua yang sudah renta harus naik kendaraan umum untuk bolak-balik ke rumah sakit. Atau, kamu kebingungan jika ingin mengajaknya berwisata karena tak punya mobil? Meskipun saat ini sudah ada layanan taksi online yang praktis, tetap saja kamu dan keluarga akan merasa kurang leluasa. Untuk menaikturunkan orangtua kerap butuh waktu, misalnya karena harus memindahkan dari kursi roda.

Kamu dan pasangan kemudian bimbang. Sudah menyiapkan tabungan untuk uang muka rumah, tetapi kebutuhan akan mobil terasa mendesak. Bisa jadi, memang belum saatnya kalian membeli rumah.

Cicilan rumah bertenor panjang, lalu kapan beli mobil?

Kamu harus mencicil rumah selama 10-20 tahun. Ketika kamu memutuskan membeli rumah dahulu dan menunda membeli mobil, yakinkah di tengah perjalanan mencicil rumah, kamu akan mengajukan kredit mobil? Dan kemudian harus menanggung dua cicilan besar sekaligus?

Pertimbangkan masalah tersebut. Karena terdapat kemungkinan kamu akan kesulitan punya mobil jika sudah punya tanggungan cicilan KPR. Kecuali kamu punya rencana untuk meningkatkan kondisi finansial keluarga, misalnya dengan merintis bisnis sampingan. Lalu kamu dapat memperkirakan, dalam 5 tahun ke depan, sudah ada pemasukan tambahan yang stabil yang dapat kamu pakai untuk membayar cicilan mobil. Jika kondisinya seperti itu, kamu bisa mengajukan KPR sekarang, dan 5 tahun kemudian baru mengajukan kredit mobil.

Namun, jika kondisi finansial di masa depan masih ‘abu-abu’, pilihlah yang paling prioritas. Meskipun harganya akan turun ketika menjadi barang bekas, mobil tetap dapat memberikan banyak manfaat untuk kamu dan keluarga. Setelah cicilan mobil lunas, baru ajukan KPR. Artinya, kamu bisa satu per satu menyelesaikan utang bukan?

Kamu mau memanfaatkan mobil untuk cari penghasilan tambahan

Selain alasan kuat lainnya, kamu juga menyimpan keinginan mencari penghasilan tambahan menggunakan mobil. Kamu bisa menjadi driver taksi online atau menggunakan mobil untuk berjualan. Atau, mobil akan menunjang bisnis yang sedang kamu bangun.

Kamu atau pasangan perantau, butuh kendaraan untuk bolak-balik pulang kampung

Sebagai perantau, pulang ke kampung halaman pasti sudah menjadi rutinitas. Tak hanya saat lebaran, para perantau juga kerap memanfatkan akhir pekan atau long weekend untuk pulang kampung. Pulang kampung berdua dengan pasangan menggunakan kendaraan umum tentu tak masalah. Ketika sudah memiliki anak, akan lain ceritanya. Apalagi jika rumah di kampung halaman tergolong sulit diakses dengan kendaraan umum, punya mobil rasanya menjadi suatu keharusan bukan?

Beli rumah dulu, karena…

Kamu merasa belum butuh-butuh amat mobil

Kamu dan pasangan belum menemukan alasan yang kuat untuk membeli mobil saat ini. Oleh karena itu, langsung saja ajukan KPR jika memang sudah siap membayar DP dan biaya-biaya lainnya.

Mantap menetap di suatu kota

Kamu dan pasangan sudah mantap menetap di suatu kota, sehingga membeli rumah tinggal di kota tersebut tak akan jadi hal yang sia-sia.

Uang kontrakan lebih mahal dari cicilan rumah

Selama ini merasa berat membayar kontrakan? Dan ternyata uang kontrakan hanya selisih tipis atau bahkan sama nominalnya dengan cicilan rumah? Bagaimana jika sebaiknya segera mengalihkan uang kontrakan untuk cicilan rumah?

Bisa beli keduanya sekaligus di waktu yang sama, asal…

Perhatikan dahulu soal rasio hutang terhadap penghasilan. Perencana Keuangan Aidil Akbar Madjid dalam website-nya menjelaskan, total cicilan utang tidak boleh lebih dari 30%, dengan toleransi mentok di 35% dari penghasilan utama keluarga (suami atau istri), bukan penghasilan gabungan.

Kenapa bukan penghasilan gabungan? Karena apabila salah satu dari penghasilan hilang, rasio cicilan akan meningkat hingga 50% dari penghasilan. Nah, kalau rasio sudah tinggi 45%-50% dari penghasilan utama, maka keluarga terancam bangkrut.

Jadi, jika merasa keuangan Anda dan pasangan sehat, Anda bisa membeli mobil dan rumah sekaligus, namun jangan memaksakan kehendak. Anda juga harus memikirkan kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak Anda nantinya. Semoga bermanfaat.