Perlukah Melakukan Buying On Margin?

By on June 14, 2017 | Artikel ini Sudah di baca 161 kali
Investasi Saham

Investasi Saham – Buying on margin yaitu Anda membeli saham dengan uang yang dipinjamkan oleh broker Anda. Jika Anda membeli saham secara langsung, Anda harus mengluarkan $ 5.000 untuk membayar 100 lembar saham yang berharga $ 50 per saham. Saham ini adalah kepunyaan Anda. Anda telah membayar untuk saham yang Anda pilih.

Namun tatkala Anda membeli ketika sisa dana Anda sudah menipis mendekati margin dan Anda meminta tolong broker Anda untuk memberi pinjaman, inilah momen yang disebut buying on margin. Misalnya, Anda tidak memiliki uang senilai $ 5.000 untuk 100 unit saham. Sebuah perusahaan pialang bisa meminjamkan hingga 50 % dari keseluruhan yang dibutuhkan untuk membeli saham. Yang Anda butuhkan cukup $ 2.500 untuk membeli 100 lembar saham.

Banyak perusahaan pialang menetapkan jumlah minimum ekuitas di nilai $ 2.000. Ini berarti bahwa Anda harus memasukkan ke dalam akun Anda setidaknya $ 2.000 untuk pembelian saham.

Sebagai imbalan atas dana yang dipinjamkan, Anda membayar bunga. Broker menyediakan uang pinjaman Anda. Mereka juga akan memegang saham Anda sebagai jaminan atas pinjaman. Jika Anda impas, mereka akan mengambil saham Anda. Mereka memiliki resiko yang sangat kecil dalam kesepakatan buying on margin.

Melakukan buying on margin lebih sering dilakukan dibandingkan dengan membeli rumah secara hipotek. Anda mengambil pinjaman dengan harapan bahwa nilai saham akan meningkat dan Anda akan menghasilkan uang. Anda berada dalam kendali dari dua kali jumlah saham. Yang harus Anda perhatikan adalah keuntungan tambahan melampaui bunga yang telah Anda bayarkan kepada broker.

Sekalipun demikian, tetap saja terdapat risiko dalam buying on margin. Harga saham Anda kapan saja selalu dapat mengalami penurunan . Secara hukum , broker tidak akan diperkenankan membiarkan nilai agunan ( harga saham Anda ) turun di bawah persentase tertentu dari nilai pinjaman. Jika saham turun di bawah jumlah yang telah diatur, broker akan memaklumatkan margincallpadasaham Anda.

Margin call yaitu Anda harus membayar pialang jumlah uang yang diperlukan untuk menghindarkan perusahaan pialang dari risiko hingga ke level yang diizinkan. Apabila Anda tidak memiliki cukup uang, sebagai konsekwensinya saham Anda akan dijual untuk melunasi pinjaman. Dalam kebanyakan kasus, ada sedikit investasi awal yang tersisa setelah saham terjual.

Buying on margin dapat mengembalikan saham dalam jumlah yang besar. Namun perhatikan risiko bahwa Anda bisa kehilangan investasi awal Anda. Seperti halnya pembelian saham ada risiko, namun tatkala Anda menggunakan uang pinjaman, risiko dapat berlipat ganda. Buying on margin biasanya bukan ide yang disarankan untuk investor pemula dan kebanyakan investor berpengalaman lebih mampu menghadapi risiko. Risiko bisa tinggi. Pastikan bahwa Anda memahami semua skenario yang mungkin bisa terjadi, baik maupun buruk.

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty