Perhitungan Cermat Meraih Keuntungan Dalam Investasi Properti

By on November 26, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 338 kali

Investasi Properti – Investasi dalam bidang properti memang tidak selalu berjalan mulus, karena kadang harga yang dimiliki olehnya pun dapat mengalami penurunan. Karena itulah bagi Anda yang menanamkan modal dalam investasi properti sebaiknya melakukan proses hitung dengan cermat imbal hasil investasi properti , seperti halnya penyesuaian margin, jika margin tidak dapat dilakukan penambahan, maka hal yang bisa Anda lakukan pun adalah mengurangi biaya operasional yang dilakukan terhadap properti tersebut.

Imbal hasil

Bagi Anda yang ingin mengetahui dengan cermat dari mana saja bentuk keuntungan yang bisa didapat jika berinvestasi melalui instrumen properti, maka hal pertama yang wajib untuk Anda ketahui adalah mencari tau sumber pendapatan yang bisa diperoleh melalui instrument tersebut. Sumber pendapatan pertama yang bisa diperoleh ketika tengah melakukan investasi ptoperti adalah pendapatan dari hasil penjualan. Sedangkan untuk sumber pendapatan yang kedua itu bermula dari proses penyewaan yang dilakukan pada properti tersebut.
Sebagai dua bentuk sumber pendapatan dari properti yang sama, namun hasil serta potensi keuntungan yang diberikan olehnya justru berbeda antara satu dengan lainnya. ingin tau dimana letak perbedaan tersebut? Simaklah uraian penjelasannya berikut ini :

Penjualan properti
Cara hitung dengan cermat imbal hasil investasi properti pada proses penjualan properti ini biasanya disebut dengan istilah capital gain. Capital gain adalah sebutan yang sering digunakan untuk selisih antara harga penjualan serta harga pembelian yang dihasilkan oleh intrumen properti tersebut. Namun untuk mendapatkan bentuk keuntungan, tentunya harga jual yang Anda lakukan haruslah lebih besar jika dibandingkan dengan harga beli yang sudah Anda keluarkan. Secara singkat mungkin perhitungan dari capital gain ini cukup sederhana, namun justru tidak demikian dalam kenyataannya. Hal ini berkaitan dengan perhitungan dari biaya tambahan lainnya yang seringkali dilupakan oleh para investor sebelum melakukan penjualan, sehingga tidak jarang pula keuntungan yang diraih menjadi sedikit berkurang akibat kelalaian pada perhitungan biaya tambahan tersebut.

Beberapa biaya tambahan yang tentunya patut untuk diperhitungkan oleh para investor tersebut adalah biaya notaris, kemudian komisi untuk agen penjualan  properti, pihak asuransi , biaya bea untuk balik nama, biaya pajak, serta berbagai macam jenis biaya lainnya. Karena itulah seluruh biaya tersebut akan lebih baik jika diperhitungkan terlebih dahulu, dan kemudian baru di perhitungkan harga jual untuk properti tersebut, sehingga Anda pun dapat meraih keuntungan dari proses penjualan tersebut.

Sewa properti
Sumber pendapatan kedua yang bisa Anda dapatkan melalui investasi properti dapat diperoleh melalui proses penyewaan. Hal ini biasanya dilakukan jika Anda memang tidak terburu-buru dalam menjual properti tersebut. Keuntungan yang diperoleh dari cara yang satu ini biasanya disebut sebagai yield atau uang sewa yang masuk. Untuk mendpaatkan yield yang optimel, maka tarif sewa pun harus ditetapkan dengan tarif yang pas. Beberapa cara yang diantaranya bisa menentukan bentuk tarif yang pas itu dapat dilakukan dengan mencari bentuk informasi yang tetap dari wilayah sekitar tersebut. Setelah itu pastikanlah untuk menentukan harga yang pas, dalam artian tidak terlalu tinggi atau pun rendah, sehingga proses hitung dengan cermat imbal hasil investasi properti pun dapat dilakukan dengan mudah.

Tujuan investasi
Bagian lainnya yang juga sangat penting untuk diperhatikan dalam melakukan investasi properti adalah tujuan yang dimiliki oleh para investor tersebut. Karena pada dasarnya tidak semua bentuk pengelolaan keuangan cocok dengan jenis investasi yang satu ini. Oleh sebab itu, pastikanlah untuk menentukan tujuan investasi Anda dari awal, sehingga proses hitung dengan cermat imbal hasil investasi properti pun sesuai dengan tujuan.