Perbedaan Reksadana dan Unit Link

By on June 3, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,693 kali
calculator

Perbedaan Reksadana dan Unit Link

Ada banyak orang yang kerap bertanya, apa beda antara reksa dana dan unit link. Atau mereka mencari tahu mana lebih baik, membeli reksa dana atau unit link? Jawabannya, tergantung kebutuhan setiap orang.

Ada banyak persamaan antara reksa dana dan unit link. Keduanya sama-sama produk investasi. Bedanya, reksa dana seluruhnya berupa investasi, sementara unit link memiliki unsur proteksi. Karena memiliki unsur proteksi, unit link dikelola oleh perusahaan asuransi. Sementara reksa dana dikelola oleh manajer investasi.

Persamaan kedua produk ini, baik reksa dana dan unit link sama-sama berada dalam pengawasan Otoritas   (OJK). Persamaan lainnya, produk ini dijual dalam bentuk unit penyertaan. Dana investor yang membeli produk ini terkumpul menjadi dana kelolaan yang kemudian diinvestasikan ke dalam produk investasi oleh manajer investasi.

Nilai aset yang diinvestasikan kemudian dibagi sejumlah unit penyertaan yang disebut Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau harga per unit. NAB berfluktuasi setiap penutupan hari, mencerminkan pergerakan harga portofolio dalam unit, dan jumlah unit yang bertambah atau berkurang.

Pada produk reksa dana, seluruh dana yang disetorkan pemodal atau dana yang dibelikan reksa dana dialokasikan ke dalam portofolio investasi sesuai jenis investasi reksa dana.  Reksa dana dikelola oleh manajer investasi yang melakukan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) dengan bank kustodian. Dana investasi dan portofolio aset yang dikelola manajer investasi tersimpan dan dibukukan di Bank Kustodian. Bank Kustodian yang setiap hari mempublikasi NAB per unit reksadana.

Reksa dana umumnya menetapkan biaya pembelian minimal Rp100 ribu. Investor (pembeli reksa dana) akan dikenakan biaya pengelolaan, biaya pembelian dan penjualan, biaya administrasi, biaya bank kustodian. Besarnya biaya pengelolaan untuk manajer investasi berkisar 1 persen per tahun dari total dana yang diinvestasikan. Investor akan memperoleh secara berkala laporan kinerja (fundsheet) dari dana yang diinvestasikan.

Sementara pada unit link, karena ada unsur proteksi (perlindungan asuransi), maka dana yang diserahkan pemodal atau dibelikan unit link akan dibagi. Misalnya, 30 persen untuk asuransi, dan 70 persen untuk investasi. Proporsi persentase antara investasi dan proteksi berbeda-beda tergantung pada produk unit link. Tetapi ada coverage misalnya untuk kematian, atau coverage tambahan lain.

Dari segi biaya, pada unit link cukup besar biaya untuk pembelian (akusisi). Sebagai ilustrasi, premi tahun pertama sebesar Rp1 juta, maka alokasi investasi tahun pertama sebesar Rp0 sampai dengan Rp250.000. Pada tahun kelima alokasi untuk investasi meningkat mencapai Rp800.000 sampai dengan Rp900.000. Di tahun keenam barulah seluruh premi regular atau dana yang disetorkan akan dialokasikan semuanya untuk investasi seperti reksa dana.  Sedangkan pada reksa dana, sejak tahun pertama dari uang Rp1 juta akan teralokasi seluruhnya Rp1 juta.

Kelebihan unit link, cocok bagi orang yang memiliki dana terbatas dan memerlukan asuransi ditambah keuntungan dengan berinvestasi. Unit link juga cocok bagi orang yang tidak mau repot memiliki asuransi dan investasi.

Sementara investor yang sudah memiliki proteksi (asuransi) sebaiknya membeli reksa dana, sehingga semua dana yang disetorkan dialokasikan seluruhnya untuk investasi.  Kelebihan reksa dana, hasil investasi lebih maksimal.  Proses redemption (pencairan dana) juga lebih cepat antara 3-7 hari.

Kelemahan unit link, hasil investasi tidak maksimal. Pengembalian dana dan pembelian harga unit 14 hari kerja. Sementara itu,kelemahan reksa dana, bila investor institusi yang memiliki dana besar menarik dananya, maka berisiko menurunkan harga unit secara cepat dan berpotensi merugikan investor ritel dan terjadinya risiko likuiditas.

Investor harus menentukan tujuan investasi, sebelum memilih produk investasi.  Tentukan jangka waktu investasi, dan kenali profil risiko Anda. Pada unit link, uang yang diinvestasikan disebut premitop up. Maksimalkan premi regular untuk maksimalkan uang pertanggungan. Pada reksa dana, uang yang diinvestasikan disebut investasi. Unit link bisa dibeli di perusahaan asuransi dana agen-agen penjual. Sedangkan reksa dana bisa dibeli melalui manajer investasi atau bank-bank yang menjadi agen penjual reksadana. (BEI) (//wdi, Okezone Economy)