Penyempurnaan Aturan Reksadana

By on July 1, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,958 kali

Penyempurnaan Aturan Reksadana

Untuk meningkatkan industri reksadana, pada tahun ini BAPEPAM-LK melakukan beberapa terobosan. Seperti pekan reksadana nasional serta pelaporan berbasis online dan juga melakukan berbagai penyempurnaan atas peraturan-peraturan di reksadana adalah salah satu bukti nyata untuk memajukan perindustrian reksadana yang ada di Indonesia yang dilakukan oleh pihak regulator. Berkaitan dengan dilakukannya penyempurnaan aturan yang ada, akhir-akhir ini Manajer Investasi turut andil dalam mensosialisasikan tentang perubahan IV.C.3 mengenai pedoman informasi harian Nilai Aktiva Bersih pada reksadana terbuka. Nah, poin penting seperti apa yang mengalami perubahan dari aturan tersebut serta bagaimana dampaknya untuk pelaku investasi dan juga industri reksadana?

Apabila kita lakukan perbandingan mengenai aturan pada sebelumnya, sebenarnya ada 2 perubahan pada aturan baru tersebut yakni perubahan yang berhubungan dengan Reksadana pasar uang serta Reksadana Campuran. Dibawah ini kita akan membahas mengenai perubahan yang ada pada kedua aturan tersebut.

  • Reksadana Pasar Uang

Menurut aturan baru pada IV.C.3

  1. Apabila pada sebelumnya perhitungan maupun pengumuman Nilai Aktiva Bersih menggunakan nilai harga Rp. 1000 kemudian akan berubah berdasarkan reksadana konvensional yang memungkinkan bisa naik ataupun turun.
  2. Apabila pada sebelumnya berinvestasi hanya diperbolehkan pada efek yang bersifat utang dengan waktu kurang dari 1 tahun jatuh tempo. Maka untuk aturan yang baru investasi diperbolehkan pada :
  • Efek pasar uang dalam negeri
  • Efek Utang yang terbit dalam waktu kurang 1 tahun serta Efek Utang yang tidak lebih 1 tahun jatuh temponya.
  • Untuk reksadana pasar uang tidak diperbolehkan memungut dana penjualan serta pembelian.

Perubahan aturan ini berdasarkan atas perhitungan Nilai Aktiva Bersih pada portofolio dalam reksadana pasar uang yang mana berasumsikan amortisasi dari premium/diskonto atas suatu obligasi. Salah satu metode itu beranggapan bahwa suatu obligasi akan dipegang sampai waktu jatuh tempo. Kenyataannya reksadana dapat dilakukan redempt kapan saja sampai dimungkinkan suatu obligasi tersebut dijual saat sebelum jatuh tempo. Dengan berubahnya aturan yang semula NAB hanya selalu Rp.1000 jadi dapat naik ataupun turun sama dengan reksadana konvensional yang mana bisa untuk mengatasi suatu reksadana pasar uang supaya tidak merugi serta kesulitan dalam melakukan pemantauan. Kemudian dengan ditambahnya Efek utang yang terbit dalam 1 tahun, ini dapat memberi kesempatan untuk reksadana pasar supaya melakukan investasi pada surat utang dengan waktu jatuh tempo yang singkat dan tidak perlu menanti suatu obligasi konvensional yang waktunya kurang dari 1 tahun jatuh tempo.

  • Reksa Dana Campuran

Beberapa hal yang dilakukan penyempurnaan disini tidak terlalu banyak, hanya ada satu :

  1. Apabila sebelumnya reksadana ini melakukan investasi pada Efek bersifat ekuitas serta efek bersifat utang saja namun setelah dilakukan penyempurnaan aturan tersebut menjadikan menambahkannya satu poin yaitu investasi juga bisa dilakukan pada instrumen pasar uang.

Perubahan aturan diatas menjadikan reksadana campuran mulai 30 Juni tahun 2013 untuk tiap waktu diharuskan mempunyai instrumen uang serta ekuitas. Hal tersebut akan berpengaruh positif yang mana biasanya masih bisa kita temukan jenis reksadana ini yang investasinya lebih condong ke instrumen obligasi maupun saham saja.

Sebenarnya dari kedua perubahan tersebut apabila kita amati lebih mendalam maka sedikit banyak akan lebih berdampak positif terhadap perkembangan reksadana itu sendiri. Dengan demikian diharapkan sosialisasi serta penyempurnaan dari kebijakan tersebut bisa berjalan lebih baik dari aturan sebelumnya. Sehingga para pelaku investasi tetap mempercayakan uang investasinya untuk dikelola di reksadana.