Pentingnya Trading dengan Obyektif

By on November 24, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 248 kali

Investasi Forex – Trading dengan obyektif, khususnya dalam bisnis trading forex, dinilai sangat penting karena dalam menjalankan bisnis trading forex, kita tak hanya perlu menggunakan taktik atau strategi tertentu untuk mendapatkan keuntungan yang kita harapkan. Dengan kata lain, sikap obyektif kita menjauhkan pandangan kita bahwa trading forex adalah suatu aktivitas trading yang bisa dilakukan secara gambling, padahal kenyataannya tidak.  Sebagai trader forex, lakukan trading berdasarkan apa yang kita lihat (misal, kondisi pasar forex yang sangat menentukan kapan kita harus melakukan sell atau buy, dsb), bukan tentang apa yang Anda harapkan dan pikirkan tentang pasar.

Sebagai seorang trader forex, mungkin Anda sering mendengar bahwa dalam melakukan trading, kita tidak boleh terpengaruh oleh sifat fear dan greed, melainkan trading dengan obyektif. Dari ulasan singkat ini, akan dibahas bagaimana caranya agar Anda tidak melibatkan emosi ketika sedang mengalami loss atau profit.

Ketika Anda sedang dihadapkan dengan pergerakan pasar (khususnya pergerakan harga forex di pasar forex), mekanisme otak Anda cenderung akan mengarah ke sifat primitif, yaitu fligt or fight (lari atau menyerang). Mekanisme otak seperti ini sangat mengganggu Anda untuk dapat melihat peluang dan potensi pasar yang sesungguhnya. Anda justru akan bersikap subjektif dan akan memilih untuk ‘menyerang’, ‘bertahan’, atau ‘lari’ dari pergerakan harga forex. Nah, agar Anda mendapat profit secara konsisten, Anda harus mengoptimalkan ‘frontal lobe’ dari otak Anda yang mana dengan berfikir seperti ini Anda akan dapat memahami masalah yang berkaitan dengan trading forex sekaligus dapat menganalisa serta merencanakan ide trading dengan obyektif. Dengan demikian, Anda dapat memanfaatkan peluang yang ada.

Dengan menjalankan trading yang didasarkan pada kondisi pasar yang sesungguhnya, bukan berdasarkan pada yang Anda pikirkan dan harapkan, secara efektif Anda dapat meminimalisir keterlibatan emosi baik sebelum Anda membuka posisi (open position) maupun ketika Anda mendapatkan respon pasar plus ketika Anda menutip posisi trading forex Anda. Penerapan rencana, metode, dan strategi trading yang tepat dan benar akan sangat membantu Anda dalam mengatasi berbagai jenis masalah yang ada kaitannya dengan keterlibatan emosi dalam trading forex.
Berikut terdapat sejumlah tips soal bagaimana kita melakukan trading dengan obyektif dan logis, alias tanpa melibatkan emosi kita:

  • Jangan membuat prediksi pasar tanpa menggunakan metode trading yang logis
    Ketika akan membuat prediksi pasar, sebaiknya gunakan metode trading yang logis. Jika Anda mengandalkan emosi Anda dalam membuat prediksi pasar, sama saja Anda sedang mempertaruhkan modal Anda pada mesin judi yang sifatnya tak jelas dan hanya mengandalkan faktor luck. Cukup banyak trader berpengalaman dan pemula yang menuai kegagalan karena mereka tidak memprioritaskan metode trading sebagai pertimbangan utamanya. Mereka justru memastikan arah pergerakan harga pasar berikutnya. Dalam sebuah pasar forex,  pergerakan harga forex sangat dinamis plus polanya selalu berubah setiap waktu. Tak seorang trader pun yang mampu memastikan kemana arah pergerakan harga pasar. Tidak ada yang pasti di pasar forex. Hanya soal tinggi dan rendah probabilitasnya saja yang bisa diukur atau diprediksi.
  • Tetap menentukan perkiraan besaran risiko setiap saat Anda akan membuka posisi
    Meskipun Anda telah menerapkan metode trading yang menurut Anda sudah sangat akurat dan teruji, tetap saja Anda tidak bisa memprediksikan secara pasti apakah metode Anda ini benar-benar dapat bekerja dengan optimal dalam setiap pergerakan harga pasar. Oleh karena itu Anda harus mengatur besaran risiko yang jelas ada. Cara menentukan besaran risiko, Anda bisa gunakan setting stop losss plus target level yang sudah Anda sesuaikan dengan nilai equity atau balance yang Anda punya. Apabila Anda melakukan trading dengan pilihan time frame daily, angka perbandingan antara risiko dan profit yang sudah ditargetkan idealnya adalah 1:2.