Pegadaian Kewalahan Melayani Permintaan Emas yang Meningkat

By on June 20, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,374 kali

Pegadaian Kewalahan Melayani Permintaan Emas yang Meningkat

PT Pegadaian (Persero) mengaku kewalahan melayani penjualan emas dari seluruh Kantor Wilayah (Kanwil) yang bisa mencapai sekitar 500 kilogram (kg) emas setiap bulannya.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Bisnis II Dijono. “Kami masih kesulitan untuk memenuhi permintaan penjualan emas yang dapat menembus sekitar 40 kg per bulan di masing-masing Kanwil,” papar dia di Jakarta, seperti ditulis Kamis (20/6/2013).

Dengan jumlah Kanwil sebanyak 12 kantor, dia menghitung, total kebutuhan emas yang wajib dipenuhi perusahaan pelat merah tersebut mencapai sekitar 500 kg setiap bulan.
“Emas yang paling laris diburu nasabah adalah bentuk koin atau batangan berukuran 5 gram, 10 gram sampai 25 gram,” ucap Dijono.

Untuk memenuhi tingginya permintaan, tambah dia, pihaknya bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain yakni Perum Peruri dan produsen emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

“Kami sudah mencetak emas koin kepingan sebanyak 30 kg di tahap pertama dan langsung ludes terjual. Kini tahapan kedua, kami juga sudah mencetak koin emas lagi 100 kg ke Peruri. Sekarang sudah jadi 30 kg lagi dan siap untuk didistribusikan,” jelasnya.

Sedangkan kekurangan suplai emas, lanjut Dijono, bakal dipenuhi dari Antam. Namun saat ini, BUMN jasa gadai tersebut tengah mencari harga yang cocok supaya bisa mencetak emas kembali.

Hingga akhir Mei 2013, Pegadaian membukukan penjualan emas sebanyak 1,6 ton atau setara dengan nilai Rp 865 miliar. Raihan tersebut naik signifikan sekitar 70%-80% dari periode yang sama tahun lalu.

Dari total penjualan nasional, Dijono menambahkan, kontribusi penjualan terbesar berasal dari lima kota di Indonesia, yakni Surabaya, Semarang, Jakarta, Denpasar dan Makassar dengan rata-rata penjualan sekitar 16%.

(Fiki Ariyanti, Liputan6 News)