Pengembang Optimis Tidak Terjadi Buble Properti

By on May 21, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,833 kali
investasi properti

Pengembang Optimis Tidak Terjadi Buble Properti

Disampaikan oleh para pengembang perumahan di Semarang kenaikan harga rumah di tahun ini optimis tidak sampai terjadi “bubble” (gelembung) properti seperti di negara lain yang menyebabkan kredit macet.

Anggota DPD REI Jateng bidang promosi, humas dan publikasi Juremi di Semarang, Senin mengakui bahwa di tahun ini ada kenaikan harga rumah tetapi hanya berkisar 5-10 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kenaikan harga rumah terjadi karena para pengembang ingin menyesuaikan naiknya harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja,” katanya.

Sejumlah bahan bangunan yang harganya naik seperti besi, semen dan batu bata. Sementara kenaikan upah tenaga kerja dikarena generasi tukang saat ini sedikit karena semakin tingginya tingkat pendidikan mereka.

Juremi menegaskan bahwa kenaikan harga rumah di tahun ini masih wajar dan tidak untuk meningkatkan keuntungan lebih di tingkat pengembang.

“Kenaikan harga rumah dikarenakan faktor lain yakni naiknya harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja, sehingga mau tidak mau harga rumah juga ikut naik,” katanya.

Jika dilihat hasil penjualan, Juremi mengaku sebanyak 70 persen masih melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan mereka memilih perumahan karena kemudahan cara membayar, lingkungan yang sudah tertata, serta keamanan yang kondusif.

“Kebanyakan rumah yang dibeli untuk dihuni, tidak seberapa untuk investasi dengan tipe menengah ke atas,” katanya.

Untuk rumah menengah ke atas, tambah Juremi rata-rata pengembang tidak menyediakan stok tetapi akan melakukan promosi terlebih dahulu untuk klaster terbaru dan membangun setelah ada pemesanan.

Hasil survei Bank Indonesia mencatat angka Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan pertama 2013 sebesar 161,83 poin atau mengalami kenaikan 3,22 poin atau 2,03 persen dibandingkan dengan indeks triwulan sebelumnya yang 158,61 poin.

Kenaikan indeks harga properti residensial terjadi pada semua tipe rumah baik tipe besar (3,70 persen), tipe kecil (1,40 persen, dan tipe menengah (1,00 persen).

BI memperkirakan harga rumah pada triwulan II 2013 masih akan mengalami kenaikan. Indeks harga properti diekspektasikan berada pada level 162,41 poin, naik tipis dibandingkan dengan indeks triwulan I 2013 sebesar 161,83 poin. (Pesta Siregar, Vibiznews)