Pembagian Alokasi Biaya Pada Investasi Reksadana

By on January 8, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 4,972 kali
Merencanakan Keuangan yang Matang Bagi Pelaku Bisnis

Merencanakan Keuangan yang Matang Bagi Pelaku BisnisInvestasi Reksadana saat ini banyak yang mempertanyakan seberapa besar keuntungan yang didapatkan pada investasi ini. Biaya yang cukup besar kadang membuat kebanyakan orang cenderung untuk tidak memilih investasi reksadana untuk dijadikan sebagai investasi pilihan. Kebanyakan juga reksadana ini hanya bisa dilakukan oleh investor-investor kelas kakap atau orang yang memiliki perusahaan besar sehingga harus mengalokasikan pendapatannya melalui investasi seprerti reksadana ini yang juga kaitannya dengan keuntungan perusahaan jika yang dibeli adalah saham perusahaan. Investasi ini memang bisa dibilang tidak membutuhkan dana yang sedikit karena reksadana mempunyai alokasi biaya masing-masing yang rinciannya bisa kita ketahui agar nanti tidak menjadikan kesalahpahaman antar kita sebagai investor dan penjual reksadana.

Beberapa alokasi biaya pada investasi reksadana bisa dilihat dibawah ini :

A. Biaya yang menjadi beban reksa dana

– Imbalan jasa manajer investasi
– Imbalan jasa bank kustodian
– Biaya transaksi efek
– Imbalan jasa akuntan dan konsultan hukum
– Biaya pembuatan laporan keuangan
– Biaya pembaharuan & distribusi prospektus
– Biaya pengeluaran untuk keperluan mendesak demi kepentingan reksa dana
– Pembayaran pajak yang berkenaan dengan biaya-biaya tersebut di atas.

B. Biaya yang menjadi beban Manajer Investasi

– Biaya persiapan pembuatan reksa dana (pembuatan KIK dan dokumen-dokumen yang diperlukan, termasuk imbalan jasa akuntan, konsultan hukum dan notaris)
– Biaya administrasi pengelolaan portofolio reksa dana (telepon, fax, fotokopi, transportasi dari MI dalam menjalankan usahanya)
– Biaya pemasaran (termasuk biaya pencetakan, promosi dan iklan reksa dana),
– Biaya pencetakan dan distribusi formulir transaksi (pembelian, formulir penjualan kembali, formulir pengalihan unit penyertaan dan bukti kepemilikan unit penyertaan)
– Biaya pencetakan dan distribusi prospektus yang pertama kali
– Imbalan jasa konsultan hukum, akuntan dan notaries serta  biaya lain kepada pihak ketiga (jika ada) sekiranya reksa dana dibubarkan.

C. Biaya yang menjadi beban pemegang unit penyertaan

– Biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee)
– Biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee)
– Biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee)

Itulah beberapa alokasi biaya yang berhubungan dengan investasi reksadana, sehingga kita jadi tahu mengapa reksadana itu nilainya cukup besar jika disbanding dengan investasi yang lainnya. Semoga kita jadi lebih tahu dan lebih mengerti lagi mengenai reksadana ini, satu hal yang perlu diingat adalah keuntungan yang besar dimulai dengan berani memberikan modal yang besar.