Pajak yang Dikenakan Dalam Perdagangan Emas

By on July 17, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1,857 kali
Timbangan Emas

Pajak yang Dikenakan Dalam Perdagangan Emas

Investasi Emas – Penyerahan BKP pada suatu perdagangan emas bisa dilakukan dalam perdagangan emas perhiasan maupun perdagangan emas batangan. Berdasarkan undang-undang PPN menetapkan bahwa emas batangan tidak termasuk ke dalam jenis barang yang dibebankan PPN. Namun hal tersebut justru berbeda dengan jenis emas perhiasan dimana dikenakan PPN. Di dalam penyerahan emas jenis perhiasan, ada beberapa istilah yang ada yaitu emas perhiasan, pengusaha toko perhiasan dan juga harga jual jenis emas perhiasan.

Pengusaha toko perhiasan emas merupakan seorang yang melakukan aktivitas jual beli dalam bidang penyerahan perhiasan emas, baik itu menjual secara langsing ataupun pesanan dan juga baik itu hasil dari produksi pihak lain ataupun produksi sendiri. Dalam kesehariannya seorang pengusaha di toko perhiasan emas kegiatannya meliputi :

  • Menjual dan juga membuat perhiasan emas
  • Membuat perhiasan sesuai dengan pesanan
  • Melakukan kerjasama dengan pihak lain dalam pembuatan emas
  • Melakukan transaksi jual beli emas
  • Memodifikasi dan memperbaiki perhiasan emas
  • Penyedia jasa yang berhubungan dengan emas

Perhiasan emas itu memiliki bentuk bermacam-macam yang mana semua atau sebagian bahannya terbuat dari emas, termasuk biasanya dilengkapi batu permata yang melekat di atasnya untuk mempercantik perhiasan emas itu sendiri. Harga jual dari emas sendiri nilainya berupa uang, di dalamnya sudah termasuk berbagai macam biaya-biaya yang digunakan termasuk jasa pembuatan perhiasan maupun harga yang diminta dari toko itu sendiri, namun disini tidak termasuk PPN.

Untuk menghitung PPN dengan menggunakan mekanisme PM dan PK maka perhitungannya seperti di bawah ini :

  • Untuk penjualan perhiasan emas hutang dikenakan PPN sebesar 10%
  • Pajak masukan yang dapat dicicil yaitu yang memiliki keterkaitan secara langsung terhadap kegiatan usaha tersebut.
  • Seorang pengusaha sebuah toko emas yang mana menggunakan nilai lain untuk dasar pengenaan pajak, maka mereka diwajibkan untuk memberitahukan kepada kantor pelayanan pajak.

Sedangkan, untuk menghitung PPN yang menggunakan nilai lain maka perhitungannya seperti di bawah ini :

  • Dalam penyerahan perhiasan emas oleh seorang pengusaha perhiasan emas maka PPN yang terutang yaitu sebesar 10% atas harga jualnya
  • Diharuskan membayar dengan hitungan 2% dikali jumlah dari keseluruhan penyerahan perhiasan emas
  • Untuk pajak yang berkenaan terhadap penyerahan perhiasan emas maka tidak bisa di kreditkan
  • Seorang pengusaha sebuah toko emas yang mana menggunakan nilai lain untuk dasar pengenaan pajak PPN, maka diwajibkan memungut PPN tersebut kemudian melaporkan dalam bentuk surat pemberitahuan

Di dalam perdagangan perhiasan emas, juga kita ketahui adanya penyusutan. Bahkan untuk perhiasan emas pabrikan bisa dikenakan penyusutan emas untuk biayanya. Dalam perhitungan untuk biaya penyusutan itu bukan berdasarkan harga dari emas yang murni ketika terjadi penjualan perhiasan emas, namun tergantung dari harga beli perhiasan yang sebenarnya. Susutan emas yang bisa kita biayakan yaitu susutan riil pada pabrikan perhiasan emas yang bersangkutan.

Untuk PKP pabrikan yang mana catatan pada pembukuannya tidak ikut menyertakan PPN dari susutan yang terjadi pada emas sebesar 3% untuk unsur suatu harga pokok di dalam penjualan jenis perhiasan emas, maka untuk PPN dari pajak yang masuk dari susutan emas sebesar 3% tadi bisa menambah total keseluruhan dari jumlah pajak masukan untuk dikreditkan atas jenis emas batangan berdasarkan pajak perhiasan emas tersebut.