OJK: Pengurangan Jumlah Lot Saham Tidak Mempengaruhi Reksadana

By on May 27, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,153 kali

OJK: Pengurangan Jumlah Lot Saham Tidak Mempengaruhi Reksadana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) menyederhanakan besaran satu lot transaksi saham dari 500 lembar menjadi 100 lembar, tidak akan berdampak negatif pada transaksi ritel bursa, termasuk reksa dana. OJK malah mengklaim, rencana tersebut justru akan mendorong pergerakan dana produk reksa dana menjadi semakin besar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengungkapkan, dengan semakin kecilnya modal yang dibutuhkan untuk membeli saham di bursa, maka akan semakin banyak masyarakat yang melirik investasi di pasar modal. Apalagi saat ini pertumbuhan kelas menengah di Indonesia terbilang cukup tinggi.

“Dulu kan yang menikmati pasar modal hanya konglomerasi. Dengan dikecilkannya 1 lot transaksi menjadi 100 lembar, maka banyak orang dari kalangan masyarakat biasa yang kini bisa bertransaksi di bursa. Saya pikir ini justru baik untuk produk reksa dana pasar modal, yang memang disiapkan untuk pasar ritel,” jelasnya, Senin (27/5/2013).

Sementara itu, terkait kemungkinan terganggunya pasar ritel reksa dana akibat penyederhanaan besaran satu lot saham itu, Nurhaida mengaku, jika bisnis investasi reksa dana tidak akan terganggu. Reksa dana dan Saham masing-masing akan memiliki pangsa pasarnya sendiri, dan saling mendukung satu sama lain.

“Reksa dana itu kan sebenarnya bermain di bursa saham juga. Cuma bedanya, nasabahnya tidak ikut bertransaksi. Semua direncanakan oleh Perusahaan Manajer Investasinya. Nah masyarakat yang memang mau mengelola investasinya sendiri, mereka bisa masuk ke bursa. Toh modalnya semakin kecil. Sementara untuk yang belum memiliki pengetahuan bertransaksi, bisa ikut reksa dana. Kalau nanti satu lotnya dikecilkan, maka pergerakan aktiva reksa dana juga akan semakin dinamis. Ini cuma perseroan siapa yang mau kualitas dan kuantitas investasi kok,” ujarnya.

OJK sendiri menurutnya saat ini tengah menunggu finalisasi pembahasan penyederhanaan lot saham itu dari Bursa Efek Indonesia. OJK menyerahkan sepenuhnya rencana penyederhanaan itu pada BEI, dan akan siap memfasilitasi regulasi yang dibutuhkan BEI, untuk realisasi dan pelaksanaannya.

BEI sendiri sebelumnya menyatakan bersikeras, akan merealisasikan penyederhanaan transaksi itu tahun ini juga, atau paling lambat pertengahan tahun depan. Penyederhanaan ini dibutuhkan untuk mendinamisasi pergerakan bursa, yang saat ini cenderung dikuasai oleh investor-investor besar, dan sering kali merupakan kekuatan asing. (Wahyudi Siregar, Okezone News)