Nouriel Roubini Prediksi Emas Akan Terjun Bebas

By on June 3, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 3,186 kali

Nouriel Roubini Prediksi Emas Akan Terjun Bebas

Nouriel Roubini, seorang Ekonom Amerika Serikat, memnganalisa dan memprediksikan bahwa harga emas akan terus merosot hingga menjadi US$1.000 per ounces pada 2015. Roubini mengungkapkan ada enam faktor mengapa harga emas tidak akan kembali menguat fantastis.

Dikutip dari Project-Syndicate, Senin 3 Juni 2013, profesor New York University of Business ini berpendapat harga emas cenderung melonjak ketika ada risiko ekonomi, keuangan, dan geopolitik yang besar dalam ekonomi global. Namun, krisis tersebut telah berakhir.

Selama krisis keuangan global, tempat investasi yang paling aman pun seperti deposito dan obligasi pemerintah mendapatkan keraguan dari investor. “Armageddon keuangan ini memetamorfosiskan aset Anda dengan senjata, amunisi, makanan kaleng, dan emas batangan,” kata Chairman Roubini Global Economics ini, mengungkapkan alasan pertama mengapa harga emas bakal tertekan.

Alasan kedua adalah investasi emas mendapatkan tempat terbaik ketika ada risiko inflasi tinggi, karena emas terkenal dengan pelindung nilai aset. Namun, saat ini, berbagai bank sentral dunia mengeluarkan kebijakan moneter yang agresif, sehingga membuat inflasi global menjadi lebih rendah.

Alasan ketiga, emas tidak memberikan penghasilan apa pun, sedangkan ekuitas memiliki dividen, obligasi memiliki kupon, dan rumah menyediakan sewa. Emas bermain semata-mata apresiasi modal.

Pada saat ekonomi global pulih, aset lain seperti ekuitas dan real estate hidup kembali dan memberikan keuntungan lebih tinggi.

Alasan keempat, harga emas naik tajam ketika suku bunga riil menjadi negatif. Saat ini, bank sentral seperti The Federal Reserves melakukan pelonggaran kuantitatif dan menyebabkan suku bunga riil naik, hal ini “membunuh” harga emas.

Alasan kelima, banyak negara mulai melepas emas sebagai aset seperti Siprus dam Italia untuk membayar utang. Upaya ini tentunya membuat harga emas terjun bebas.

Sementara itu, alasan terakhir adalah investasi emas adalah kontraproduktif dan isu harga emas ini hanya dimanfaatkan oleh oposisi pemerintah AS untuk satu-satunya lindung nilai terhadap risiko pemerintah untuk mengambil alih kekayaan pribadi. Namun, argumen tersebut hingga sekarang tidak terbukti dan tidak dapat dipertahankan. (Iwan Kurniawan, VivaNews)