Nasib Pasar Saham Ketika Kondisi Ekonomi Indonesia Hampir “Krisis”

By on September 25, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 411 kali

Investasi Saham – Bagaimana nasib pasar saham di saat perekonomian indonesia hampir mencapai kata krisis? Pertanyaan tersebut muncul seiring dengan keadaan nilai tukar rupiah yang terus melemah. Sebagai pelaku dalam pasar saham, tentu ada kekhawatiran dalam diri setiap investor ketika kondisi ekonomi Indonesia masih belum stabil. Namun sebenarnya, bagaimanapun kondisi perekonomian Indonesia saat ini, para investor diharapkan tidak terpengaruh. Para investor diharapkan dapat menjaga saham mereka dengan baik. Menurut wakil presiden, Jusuf Kalla, beliau menyatakan ketika investasi yang ada di dalam negeri mampu dijaga dengan baik, maka kondisi perekonomian Indonesia pun akan baik pula. Sehingga memberikan pengaruh investasi yang juga lebih baik.

Sebenarnya jika berbicara mengenai nasib pasar saham Indonesia terkait kondisi perekonomian yang sedang terjadi dapat terjadi dua kemungkinan nasib. Pertama, adalah nasib negatif untuk pasar saham dan kedua, adalah nasib positif untuk pasar saham.

Nasib Negatif Pasar Saham Indonesia Jika Ekonomi Hampir Krisis

Nasib negatif yang akan dihadapi pasar saham Indonesia adalah ketika kondisi ekonomi Amerika Serikat dipulihkan dengan cara menaikkan suku bunga The Fed. Jika suku bunga The Fed naik, otomatis akan berpengaruh terhadap kenaikan suku bunga bank sentral yang juga ada di Indonesia. Menurut pernyataan dari seorang analisis saham LBP Enterprise, Lucky Bayu Purnomo, sampai saat ini pun pergerakan pasar saham masih menunggu seperti apa pergerakan The Fed. Nasib negatif lainnya yang akan dihadapi pasar saham Indonesia adalah ketika kondisi ekonomi di Jepang, Cina, bahkan beberapa negara di Eropa mengalami resesi. Terlebih jika diketahui kondisi ekonomi negara Cina berjalan dengan lambat. Namun harapannya adalah kedua nasib negatif tersebut tidak benar-benar terjadi sehingga “krisis” tidak akan mempengaruhi nasib pasar saham Indonesia.

Nasib Positif Pasar Saham Indonesia Jika Ekonomi Hampir Krisis

Nasib positif yang akan dihadapai pasar saham Indonesia adalah jika kondisi ekonomi global seperti di Amerika Serikat mengalami pertumbuhan. Sehingga mengakibatkan PBD mengalami pertumbuhan diikuti dengan pertumbuhan laba di perusahaan-perusahaan. Jika hal tersebut terjadi, maka jawaban dari Bagaimana nasib pasar saham di saat perekonomian indonesia hampir mencapai kata krisis? adalah tidak akan terjadi. Mengapa, karena seiring dengan peningkatan pertumbuhan dari PBD, kenaikan harga pasar saham juga semakin meningkat. Nasib positif lainnya adalah berdasarkan analisis untuk tahun 2015 jika harga energi menjadi rendah, maka dapat memperbaiki kondisi ekonomi untuk lari dari masa krisis. Kemudian nasib positif yang dirasakan pasar saham adalah dengan menurunnya harga minyak di dunia, laju perumbuhan ekonomi negara Indonesia tahun 2015 masih lebih baik dibanding tahun 2014. Sehingga membuat pembangunan negara terus berjalan dan tentunya meningkatkan nilai pasar saham di Indonesia.

Selain itu, nasib pasar saham di Indonesia juga dipengaruhi oleh para investor. Apakah menjaga jarak atau tetap berani bermain saham di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang belum stabil. Melihat fakta di lapangan, kericuhan politik yang terjadi di Indonesia membawa dampak para investor semakin memperhitungkan langkah mereka untuk menanam saham. Jika kericuhan politik tidak segera terselesaikan, sudah pasti nasib pasar saham akan melemah. Apalagi baru-baru ini terdengar Indeks Harga Saham Gabungan mengalami pelemahan disertai dengan volume perdangangan yang juga menurun. Apapun yang terjadi harapannya kondisi perekonomian Indonesia dapat secara bertahap mengalami perbaikan. Sehingga pertanyaan Bagaimana nasib pasar saham di saat perekonomian indonesia hampir mencapai kata krisis? tidak perlu terdengar agar pasar saham di Indonesia tetap dapat berjalan stabil.