Mobil Mewah Laris Manis di Negeri China

By on March 11, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,893 kali

Mobil Mewah Laris Manis di Negeri China

Populasi ‘orang berduit’ di China terus meningkat dari tahun ke tahun sejalan dengan percepatan ekonomi di negara tersebut. Komunitas orang-orang kaya kini mudah ditemui di mana saja, dari latar belakang akademis dan golongan profesi yang berbeda. Namun mereka semua memiliki karakteristik yang sama: membutuhkan barang-barang mewah untuk menunjukkan status ekonominya.

China merupakan pasar penjualan barang-barang kelas premium terbesar dunia. Pertumbuhan ekonomi yang pesat sukses melahirkan masyarakat golongan ekonomi atas yang jumlahnya tidak sedikit. Untuk memperlihatkan eksistensinya di dunia sosialita, banyak sekali warga yang gemar membeli barang-barang mahal, mulai dari perhiasan, tas, pakaian bermerk dan tentu saja mobil berharga ratusan ribu Dollar.

Trend dan budaya konsumtif masyarakatnya mengantarkan China sebagai pasar penjualan mobil-mobil mewah papan atas dunia. Pada 2016 nanti, negeri tirai bambu diprediksi akan menyalip posisi Amerika Serikat dalam urusan konsumsi kendaraan bermerk premium. Penjualan mobil mewah di negara ini melonjak sebanyak 36% per tahun dalam satu dasawarsa terakhir. Rasio peningkatannya melebihi kenaikan angka penjualan kendaraan bermotor gabungan yang hanya sebesar 26% pada per tahun.

Total penjualan mobil-mobil mahal di China menembus angka 1,25 juta unit di tahun 2012, mengantarkan negara itu sebagai konsumen terbesar ke-dua dunia. Menurut lembaga peneliti Mckinsey, mobil-mobil yang masuk dalam kategori premium mencakup 23 merk antara lain Acura, Audi, BMW, Aston Martin dan Bentley. Tidak terkecuali varian sportscar asal Italia seperti Ferrari dan Lamborghini, yang telah lama dikenal sebagai simbol sosial golongan kaya raya. McKinsey meramalkan pertumbuhan angka penjualan mobil mewah di China akan mencapai 12% dengan total penjualan mencapai 3 juta unit per tahun di 2020 nanti. Sementara rasio kenaikan angka penjualan mobil secara keseluruhan diprediksi hanya 8% per tahun.

Sebanyak 1200 orang pembeli mobil premium yang disurvei oleh McKinsey menyatakan bersedia membeli mobil mahal lagi karena mereka optimis dengan masa depan karir dan bisnisnya. Sebanyak 80% pemilik kendaraan mewah tergolong ‘makmur’, atau masuk dalam klasifikasi warga berpendapatan 200.000 Yuan atau $32,100 per tahun. Khusus bagi responden yang dimintai keterangan oleh McKinsey, penghasilan tahunannya bahkan lebih dari dua kali lipat kriteria tadi atau rata-rata di atas 450.000 Yuan.

Sebanyak 30% responden mengakui bahwa pembelian mobil mewah dilakukan untuk ‘mewakili status sosial’. Sementara 27% orang kaya menyebut pembelian dilakukan untuk ‘kesenangan pribadi’. “Sudah menjadi trend bagi orang-orang kaya di China untuk menampilkan status sosialnya via gaya hidup, merk dan citra diri,” imbuh Sha Sha, Rekanan McKinsey cabang Shanghai.