Mitos Mengenai Reksadana Dollar

By on July 8, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,367 kali
Investasi

Mitos Mengenai Reksadana Dollar

Walaupun perindustrian reksadana belakangan ini tengah tumbuh pesat, namun kondisi tersebut nampaknya tidak begitu berlaku terhadap reksadana dollar. Pada tahun sebelumnya saja misalnya, Keseluruhan dana reksadana dollar pada tahun 2010 sekitar 626 juta dollar, lalu mengalami penurunan hingga menjadi 430 juta dollar pada tahun 2011. Di akhir tahun 2012 pun kembali mengalami penurunan hingga 417 dollar saja. Apa yang salah? Lalu bagaimana untuk total dana pada tahun 2013?

Sepertinya terjadinya penurunan AUM dalam perindustrian reksadana dollar tersebut memang cukup wajar. Terlebih jika dilihat dari perkembangan dari perekonomian di negara Amerika dalam kurun waktu 2 tahun belakangan ini turut diwarnai permasalahan hutang yang menumpuk, hilangnya rating A serta nilai yang semakin ter-devaluasi yang disebabkan perang dagang antara negara china dan semakin menguatnya nilai dari rupiah. Hal tersebut menjadikan para investor reksadana dollar cukup merasa khawatir. Beberapa alasan tersebut mungkin menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya AUM dalam reksadana dollar. Akan tetapi berdasarkan riset yang dilakukan masih ada investor ataupun agen penjual yang belum sepenuhnya mengerti serta mempunyai pandangan yang salah terhadap reksadana dollar. Apabila seorang investor telah memahami reksadana ini, maka bisa jadi dana yang dikelolanya tidak akan mengalami penurunan terus menerus. Nah apa saja pemahaman yang tidak sesuai mengenai reksadana dollar.

Reksadana dollar selalu dibilang reksadana pendapatan tetap

Pada mulanya memang reksadana dollar sangat didominasi atau dapat dikatakan hampir semuanya adalah reksadana pendapatan tetap. Akan tetapi akhir-akhir ini telah keluar variasi baru dari reksadana dollar yaitu campuran, terproteksi sampai dengan dollar berbasis saham. Dengan variasi tersebut, seorang invetor yang ingin melakukan investasi pada reksadana jenis ini maka mereka mempunyai pilihan yang luas serta tidak terpaku pada pendapatan tetap saja.

Harganya akan selalu dimulai dari 1000

Mungkin masih ada yang menyamakan dengan mata uang rupiah. Jika suatu reksadana ketika diterbitkan untuk yang pertama kali selalu dimulai dari Rp. 1000, sementara untuk reksadana dollar ketika diterbitkan pertama kali adalah 1 dan bukan 1000 seperti mata uang rupiah. kecuali jenis reksadana penyertaan terbatas.

Reksadana dollar akan selalu dollar AS

Dari segi produk, secara keseluruhan dari reksadana dollar mempergunakan mata uang dollar AS yang paling utama. Akan tetapi dari peraturannya, sebenarnya untuk mata uang Euro bisa juga dipergunakan. Akan tetapi saat ini belum banyak MI yang mencoba untuk mengembangkan mata uang tersebut. Mungkin karena mata uang AS masih menjadi yang populer di Indonesia.

Reksadana dollar sama dengan investasi obligasi / saham luar negeri

Karena menggunakan dollar, maka biasanya banyak orang yang berasumsi bahwa reksadana tersebut sama halnya berinvestasi instrumen di luar negeri. Padahal, anggapan seperti itu tidaklah tepat. justru kebijakan tentang investasi reksadana instrumen di luar negeri maksimalnya bisa mencapai 15% dari jumlah keseluruhan aset reksadana. Sedangkan untuk investasi ke suatu perusahaan maksimal mencapai 5% dari jumlah keseluruhan. Dengan begitu ada minimal 85% investasi dari reksadana dollar yang berada di instrumen lokal. sebenarnya investasi utama dari reksadana dollar yaitu obligasi dari perusahaan yang ada di Indonesia, yang mana mata uang yang digunakan dalam obligasi tersebut adalah US$.

Menggunakan kurs tengah Bank Indonesia

Sebenarnya untuk reksadana dollar tidak hanya menggunakan kurs tengah BI saja, tapi bisa juga menggunakan Kurs tukar dari Bank Kustodian

Reksadana dolar bisa terhindar dari risiko kurs karena telah berupa US dollar

Logikanya, ketika mata uang rupiah bergejolak maka US dollar tidak terpengaruhi. Tapi kenyataannya reksadana dollar yang bisa berinvestasi dalam instrumen rupiah, dalam hal ini jelas fluktuasi dari kurs dapat berpengaruh terhadap kinerjanya.

harus mempunyai rekening US dollar

Banyak yang beranggapan dengan berinvestasi reksadana dollar harus mempunyai rekening dollar, namun sebenarnya tidak demikian, karena meskipun berinvestasi reksadana dollar anda masih bisa menggunakan rekening rupiah.