Menkeu RI: Pelemahan Rupiah Tidak Terkait Isu BBM

By on May 29, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 2,472 kali

Menkeu RI: Pelemahan Rupiah Tidak Terkait Isu BBM

Hingga sesi siang di perdagangan hari Rabu (29/5), mata uang Rupiah nampak semakin tertekan bahkan sempat terperosok ke level Rp 9.859 per dollar AS yang merupakan kisaran terendah Rupiah sejak bulan Januari 2013 lalu. Sedangkan mengacu kurs tengah Bank Indonesia, nilai rupiah masih bertengger pada kisaran Rp 9.810.

Menurut Menteri Keuangan RI Chatib Basri, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi belakangan ini, tidak terkait dengan isu rencana kenaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun lebih dikarenakan oleh tingginya permintaan dolar AS (USD) lantaran munculnya kemungkinan AS akan menghentikan program Quantitative Easing (QE).

Di sela kunjungannya ke Gedung DPR RI, Jakarta, Chatib menjelaskan bahwa implikasi dari pembicaraan Ben Bernanke terkait penghentian QE, telah memicu melambatnya arus capital inflow dalam bentuk portofolio ke dalam emerging market. Namun demikian, Chatib tidak yakin Bank Sentral AS akan segera menghentikan QE-nya. Menurutnya, pondasi pemulihan yang ada saat ini belum cukup kuat, sehingga belum layak untuk dihentikan.

Alhasil, isu kenaikan BBM bersubsidi tidak bisa dikatakan sebagai penyebab pelemahan rupiah. Pasalnya, rupiah sudah terus melemah sebelum ada isu kenaikan harga BBM bersubsidi. Dan lemahnya rupiah belakangan ini lebih dikarenakan oleh fluktuasi pasar uang.(dar)