Menilik Kelebihan dan Kekurangan Investasi Saham

By on June 30, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 361 kali

Investasi saham merupakan hanya salah satu bentuk investasi selain bentuk-bentuk investasi lainnya mulai dari investasi yang paling ringan atau sederhana seperti deposito dan sejumlah bentuk investasi lainnya seperti  investasi mata uang asing, barang koleksi, properti, reksadana, logam mulia, hingga bursa berjangka. Namun tidak semua instrumen investasi ini disukai dan cocok untuk semua investor karena masing-masing instrumen investasi memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk investasi saham. (Baca: Yang Harus Dilakukan dan Tidak Dilakukan Dalam Investasi Saham)

Adapun sejumlah kelebihan berinvestasi saham antara lain:
– Memiliki potensi dalam memberikan return yang besar dan berkesinambungan
– Instrumen saham bersifat likuid, artinya ketika Anda  ingin menjualnya, ada banyak pembeli saham yang siap membeli saham Anda. Mengapa? Karena saham mempunyai pasar bursa sendiri, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menjadi media pertemuan antara penjual dan pembeli saham.
– Berbisnis saham tidak diperlukan perekrutan karyawan untuk membantu bisnis Anda
– Bisnis saham tidak memerlukan perawatan
– Investor tidak perlu membayar pajak selama menjalani bisnis saham
– Anda dapat memantau harga saham setiap saat karena media-media begitu update soal harga saham terkini

Selain memiliki kelebihan, tentu investasi saham juga memiliki kekurangan. Apa saja kekurangannya? Berikut informasi detailnya.
– Karena berinvestasi saham berpotensi memberikan return yang besar, tentu risiko untuk mengalam kerugian yang besar juga mengintai Anda. Anda bisa saja mengalami kerugian ketika Anda salah dalam membeli saham.
– Sifat instrumen saham yang likuid, membuat saham sangat fluktuatif sehingga ketika Anda akan siap menjualnya, harga saham yang ada tidak sesuai dengan harga yang Anda inginkan.
– Karena dalam berinvestasi saham tidak diperlukan adanya karyawan, jadi Anda sendiri yang menjalankan, memantau, dan melakukan jual-beli saham. Namun terkadang banyak investor saham yang terlalu sibuk dengan kegiatan lainnya sehingga tak terlalu fokus dalam menjalankan bisnis investasi saham mereka. Alhasil, bisnis investasi saham menjadi terbengkalai.
– Harga saham yang mudah dipantau kapan saja terkadang dapat mempengaruhi psikologi investor saham untuk menjadi pribadi yang terlalu optimis, irasional, dan bahkan emosional serta panik saat dalam menjalankan bisnis investasi sahamnya. Berbeda kondisinya ketika seseorang yang lebih memilih untuk berinvestasi di bidang properti. Harga properti memang tak bisa ditebak, namun yang jelas harganya akan terus naik setiap tahunnya. Kondisi seperti ini mendorong para investor properti untuk bertindak lebih berhati-hati dan rasional selama menjalani bisnis properti bila dibandingkan dengan mereka yang menjalankan bisnis investasi saham. (Baca: Faktor-Faktor Yang Memicu Berubahnya Harga Saham)

Beberapa kelebihan dan kelemahan investasi saham di atas berlaku untuk investasi saham secara umum. Padahal jenis saham sendiri ada beberapa. Jenis saham yang popular dan banyak dipilih oleh para investor saham, antara lain saham langsung dan reksadana saham. Kedua jenis saham ini memiliki kelebihan dan kelemahan. Berikut kelebihan dan kelemahannya.

Kelebihan:
– Saham dapat dikelola oleh tim investasi/ investor profesional sehingga membuat Anda tak perlu repot belajar bagaimana cara berinvestasi saham secara benar. Cocok sekali untuk Anda yang sibuk namun ingin mencoba menjajaki bisnis investasi saham.
– Dengan modal kecil, Anda tetap dapat membeli saham jenis blue chip.
– Para investor saham tidak perlu repot memikirkan fluktuasi indeks saham karena saham bersifat jangk panjang

Kelemahan:
– Investor, dengan kata lain Anda,  harus menanggung biaya yang lebih besar untuk membiayai fee beli, fee management, dan fee jual
– Bersifat konservatif, artinya ada batasan-batasan yang ketat yang berguna untuk melindungi para investor seperti Anda. (Baca: Untuk Pemula, Disini Cara Cek Harga Saham Lokal)