Menggunakan Beta Analisis dalam Ber-Investasi Saham

By on July 2, 2013 | Artikel ini Sudah di baca 1,851 kali

Menggunakan Beta Analisis dalam Ber-Investasi Saham

Menurut pendapat dari seorang ahli, ketika melakukan analisis saham umumnya bisa kita dapati 2 faktor penting yang dapat mempengaruhi terhadap berubahnya dari harga suatu saham. Yang pertama yaitu faktor yang secara langsung berhubungan terhadap kondisi suatu perusahaan tersebut seperti contoh kecilnya pertumbuhan suatu pendapatan, hasil proyek yang jauh dari harapan, berubahnya suatu manajemen dan sebagainya. Faktor diatas termasuk dalam risiko yang tidak sistematis. Seorang ahli mengatakan melakukan langkah diversifikasi atas saham yang akan dibeli bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan risiko yang tidak sistematis. Selain jenis risiko itu, terdapat risiko lagi yang biasa disebut dengan risiko yang sistematis “systematic risk” atau risiko pasar. Di dalam kondisi tersebut adanya pergerakan nilai harga suatu saham menyeluruh dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal layaknya suatu kebijakan pemerintah, resesi, suku bunga dan sebagainya. Hal itu sering disebut sentimen pasar, akan tetpai untuk perubahan nilai harga dari saham individu berbeda dengan yang menyeluruh. Meskipun beberapa diantaranya bergerak sejalan namun terkadang saham yang lain pergerakan harganya lebih tinggi dari pasar.

Pengukuran dari pergerakan saham yang dilakukan dengan membandingkan antara pergerakan pasar, maka inilah yang biasa digunakan untuk menganalisa atau disebut dengan “beta analisis”. Dengan memperhitungkan nilai beta seperti ini dapat dilakukan menggunakan analisa regresi. Untuk beberapa website internasional yang kita tahu layaknya routers serta Bloomberg turut memberikan suatu informasi tentang berapa besar nilai beta atas suatu saham. Umumnya di dalam pasar sendiri mempunyai nilai beta yang setara 1,0 serta nilai beta dari saham secara individu berdasarkan berapa besar deviasi atas pergerakan suatu harga saham jika dibanding dengan pergerakan harga pasar yang menyeluruh. Bila saham itu mempunyai nilai beta lebih dari 1,0 bisa dipastikan saham tersebut mempunyai volatility di atas pasar namun bila nilainya kurang dari 1,0 tentu saham tersbut volatility-nya berada di bawah pasar dan tidak terpengaruhi dengan kondisi berubahnya pasar. Disini beta bisa juga berada pada titik 0, namun hal tersebut hanya terdapat pada sekuritas yang belum mempunyai risiko. Misalnya saja obligasi dalam pemerintah maupun uang kas. Bahkan nilai beta tersebut menjadi (-). Artinya suatu harga saham sangat berbanding terbalik terhadap kondisi harga pasar. Pada dasarnya nilai beta bisa memberikan gambaran terhadap risiko dalam saham. Tingginya nilai beta dari saham menggambarkan adanya tingkat risiko yang tinggi pula, akan tetapi biasanya dengan adanya tingkat risiko tinggi maka hasil dari investasi yang akan didapatkan juga tinggi. Nilai beta juga menjadi alat ukur yang bisa digunakan para investor sebelum menjatuhkan pilihan pada suatu produk investasi. Jadi apabila anda menginginkan keuntungan yang tinggi maka anda bisa menjatuhkan pilihan pada saham yang mempunyai nilai beta yang tinggi, namun apabila anda lebih menginginkan investasi yang aman maka saham dengan nilai beta rendah dapat menjadi pilihan anda.

Tapi menggunakan beta ketika berinvestasi mempunyai beberapa kelemahan juga, yang pertama perhitungan beta dilakukan dengan melihat data historis yang mana kita tahu hal itu tidak bisa menjadi bahan pertimbangan yang tepat dan akurat untuk kedepannya. Yang kedua tidak bisa melihat terhadap perubahan yang terjadi yang sekiranya bisa mempengaruhi harga dari suatu saham tersebut. Oleh karena itu melihat suatu kelemahan memang sangat disarankan untuk para investor yang akan menggunakan beta analisis untuk pengambilan sebuah keputusan dalam berinvestasi.

Incoming search terms: