Mengenal Saham Dan Tips Menjadi Investor Saham yang Pintar

By on June 9, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 360 kali

Investasi Saham Menilai Investasi Saham Anda

Ada dua metode untuk menilai dan memilih saham mana yang sebaiknya Anda tanami uang Anda.

– Analisis fundamental mengevaluasi saham dengan menilai faktor keuangan intrinsik yang mempengaruhi nilai perusahaan, seperti neraca dan arus kas. Dalam analisis faktor-faktor utama, yaitu penawaran dan permintaan, pakar strategi fundamental mengasumsikan bahwa pasar tidak sempurna. Informasi tidak tersebar secara konsisten. Pembeli tidak segera bertemu dengan penjual saham tertentu. Mereka berusaha menganalisis faktor keuangan utama demi membangun model valuasi komprehensif untuk sebuah perusahaan, lantas membandingkan valuasi itu dengan harga saham saat ini untuk menilai apakah pasar sedang menaksir harga saham terlalu rendah atau terlalu tinggi.

– Analisis teknis berlandaskan teori bahwa harga-harga saham mencerminkan semua faktor yang diketahui mempengaruhi pasar pada kurun waktu tertentu. Metode ini terpusat pada harga, perubahan harga, dan tren harga, tapi bukan pada faktor-faktor pasar lainnya. Strategi berdasarkan metode ini biasanya menggunakan perhitungan matematis, diagram, dan/atau komputer yang mengawasi aktifitas pasar ketimbang berusaha mengukur nilai intrinsik saham. Tren diamatinya lekat-lekat, dengan anggapan bahwa pergerakan saham di masa lalu bisa memberi petunjuk tentang kinerjanya di masa mendatang.

Mana yang paling tepat di antara kedua metode itu? Tidak ada. Langkah terbaik adalah memilih saham yang Anda paling kenali.

Beberapa orang menggunakan keduanya sekaligus–analisis fundamental untuk memilih saham, analisis teknis untuk menentukan kapan membeli saham.

Istilah Saham: Stock dan Share

Stock kita artikan sebagai saham. Begitu pula dengan share. Anda bebas menggunakannya walau keduanya berbeda arti. Stock adalah sertifikat kepemilikan atas perusahaan apa pun. Share merujuk ke kepemilikan atas perusahaan tertentu.

Kode Saham Menarik

BABY                        Natus Medical Incorporated

BOOM                      Dynamic Materials Corporation

BID                            Sotheby’s

BUD                          Anheuser-Busch

CAKE                        The Cheesecake Factory

DNA                          Genentech Incorporated

FUN                          Cedar Fair Entertainment Company

GEEK                        Internet America Incorporated

GRR                           Asia Tigers Fund Incorporated

JAVA                        Sun Microsystems

LUV                          Southwest Airlines

TAP                          Molson Coors Brewing Company

ZZ                             Sealy Corporation

Tahukah Anda?

Saham pertama diterbitkan oleh Dutch East India Company di Bursa Saham Amsterdam tahun 1602. Saham-saham itu membiayai Belanda mengembangkan perdagangan rempah-rempah dengan mendirikan koloni-koloni di Asia sekaligus menghadang kekuasaan Inggris dan Portugis atas kawasan itu.

Tip untuk Investor Saham

1.  Pasar saham bukan klub eksklusif untuk para pialang dan investor institusi. Di dalamnya ada banyak peluang untuk investorretail. Kalaupun dana Anda relatif terbatas, Anda bisa ambil bagian dalam skema investasi kolektif retail seperti reksadana, produk-produk asuransi, dan perwalian investasi yang ”bermain” di pasar saham. Perdagangan online juga membuka pintu cukup lebar untuk investor mandiri, salah satunya dengan mengurangi biaya investasi.

2.  Kendalikan rakus dan takut. Pegang teguh prinsip-prinsip investasi Anda, bagaimana pun situasi pasar. Saat harga-harga naik (pasar bull), kendalikan kerakusan yang mungkin mendorong Anda membeli saham-saham berpotensi pengembalian tinggi, tapi secara bersamaan juga sangat riskan dan bisa melenyapkan seluruh modal Anda. Saat harga-harga turun (pasar bear), kendalikan rasa takut. Jangan menjual lantaran panik. Kalau perusahaan yang Anda tanami itu memang berpondasi kuat, harga sahamnya pastilah naik lagi.

3.  Rumor, walau sangat menarik, bukan tip investasi. Tebaran rumor adalah bagian tak terpisahkan dari pasar saham di mana pun. Waspadai rekomendasi jual maupun beli. Pastikan Anda tahu apa yang mendorong rekomendasi itu. Kalau Anda mendengar seseorang membeli, cari tahu siapa yang menjual. Belajarlah dari kasus di Hong Kong pada 26 September 2007, saat beredar spekulasi bahwa investor daratan Cina akan membeli saham-saham Hong Kong. Sang patokan Indeks Hang Seng dari perusahaan-perusahaan besar yang diperdagangkan di pasar saham Hong Kong ditutup pada poin di atas 30.000 untuk pertama kalinya pada 26 Oktober 2007. Lantas menjadi jelas bahwa para investor daratan Cina takkan segera bergabung dengan para investor Hong Kong. Harga-harga saham mendadak anjlok, Indeks Hang Seng kehilangan lebih dari 10.000 poin, dan investor merugi senilai ratusan miliar dolar.

4.  Lepaskan emosi dari keputusan investasi Anda. Aturan yang harusnya diterapkan untuk segala jenis investasi ini lebih susah diterapkan saat Anda bermain saham. Begitu Anda jadi lebih akrab dengan perusahaan yang Anda tanami uang, Anda cenderung terpikat dengan sahamnya. Bisa jadi Anda bertahan tak mau melepasnya saat harga turun karena Anda yakin perusahaan itu lebih berharga daripada valuasi saat itu. Berhati-hatilah kalau Anda kelewat akrab dengan saham perusahaan tertentu. Kinerjanya yang mantap di masa lalu tidak menjamin kinerja di masa mendatang saat situasi pasar berubah.

5.  Investasi bisa sukses kalau Anda menyediakan banyak waktu untuk berinvestasi, bukan menebak-nebak kapan saat tepat untuk berinvestasi. Banyak investor berusaha memperkirakan, kapan mereka harus membeli atau menjual kelas aset terkuat seperti saham, properti, atau tunai. Upaya itu, di samping menuntut mereka untuk rutin bertransaksi, lebih memakan biaya dan lebih bergejolak.

6.  Tentukan batas harga untuk mengelola saham, bahkan saat Anda tidak mengawasinya. Dengan patokan harga sebelum Anda beli atau jual saham, Anda punya semacam ”sekring” yang membatasi kerugian–sekaligus keuntungan–dalam batas-batas yang membuat Anda merasa nyaman.

7.  Temui pialang sebelum membuka akun terkelola. Dengan akun itu pialang bukan hanya memberi saran-saran investasi, tapi juga mengeksekusi transaksi. Uang yang dia gunakan untuk bertransaksi adalah uang Anda, yang Anda peroleh dengan kerja keras. Jadi pastikan Anda tahu siapa pialang Anda. Pastikan pula dia paham seberapa kuat Anda menanggung risiko sebelum merekomendasikan saham yang tepat.

Tahukah Anda?

Wall Street memperoleh namanya dari tembok yang dibangun di perbatasan utara New Amsterdam (kini New York), diduga untuk melindungi warganya dari serangan orang-orang New England.

Tip Investor Cerdas

Reksadana menjanjikan diversifikasi instan, tapi hindari berinvestasi dalam terlalu banyak reksadana yang melingkupi area sama. Tanamkan uang dalam lebih dari satu jenis reksadana hanya kalau Anda ingin membidik kelas-kelas aset berbeda.

 

Sumber: mywealth.com