Mengenal Saham dan Jenis Harga Saham

By on September 7, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 342 kali

Investasi Saham – Saham adalah bukti penyertaan modal pada suatu perseroan terbatas. Tujuan pihak pemodal membeli saham adalah untuk mendapatkan penghasilan dari saham yang telah dibeli. Pihak pemodal atau pembeli saham disebut investor dan spelucator. Investor adalah pihak yang membeli saham dengan tujuan untuk memiliki saham agar mendapat keuntungan berupa deviden dan serta capital gain dalam untuk jangka panjang. Speculator berbeda dengan investor. Speculator merupakan pihak pembeli saham yang dapat menjual sahamnya sewaktu-waktu ketika nilai kurs saham dalam kondisi tinggi. Dengan demikian terdapat dua jenis pendapatan yang diperoleh oleh para pemilik saham, yaitu deviden dan capital gain.  Adapun jenis saham menurut para ahli ekonomi antara lain saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).

Jenis harga saham

Berbicara soal saham, tentunya ada kaitanya dengan harga saham. Satu lembar saham memiliki harga atau nilai. Harga/ nilai saham sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu harga nominal, harga perdana, dan harga pasar. Harga nominal adalah harga atau nilai yang tertera pada selembar sertifikat saham. Harga saham ini ditentukan oleh pihak emiten yang bertugas untuk menentukan selembar sertifikat saham yang dikeluarkan. Nilai harga saham nominal mempunyai arti yang sangat penting. Nilai nominal ini-lah yang paling diminati oleh para pemilik saham.
Berbeda dengan harga nominal, harga perdana adalah harga saham saat harga tersebut tercatat di bursa efek. Harga perdana selembar saham umumnya ditentukan oleh pihak penjamin emisi atau sering disebut underwriter dan emiten. Dengan begitu dapat diketahui nilai atau harga saham emiten yang akan dijual.

Harga pasar berbeda lagi dengan harga perdana dan haga nominal. Jika harga perdana adalah harga jual yang didapatkan dari proses perjanjian emisi pada pihak investor, harga pasar merupakan harga jual yang ditentukan oleh satu pihak investor dengan pihak investor lainnya. Harga pasar ini terbentuk setelah saham telah dicatatkan di bursa efek. Kegiatan transaksi saham ini tidak lagi melibatkan pihak emiten dan pihak penjamin emisi. Harga pasar sering disebut juga dengan harga saham sekunder dan harga pasar inilah yang disebut dengan harga sebenarnya yang mewakili nilai saham perusahaan penerbitnya.

Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi harga saham

Terdapat sebuah faktor yang mempengaruhi laju harga saham di bursa efek, yaitu laba atau keuntungan yang didapatkan dari selembar saham. Saat pemilik saham memperoleh laba dari saham yang dimilikinya, terdapat sejumlah faktor yang turut mempengaruhi, seperti utang perusahaan dan kebijakan perusahaan dalam membagikan deviden (faktor internal). Ada juga faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi laju saham. Faktor-faktor eksternal tersebut antara lain kondisi perekonomian nasioanal, kondisi pasar/ bursa saham, dan pajak.

Para pemilik saham perlu menyadari bahwa mereka tak hanya berpeluang untuk mendapatkan keuntungan dari kegiatan transaksi saham. Tak menutup kemungkinan juga mereka mengalami kerugian. Untung-ruginya seorang pemilik saham akan sangat ditentukan oleh skill pemilik saham dalam menganalisa kondisi perekonomian dan faktor-faktor lainya yang dapat mempengaruhi harga saham. Seorang investor juga harus pintar menganalisa keadaan perusahaan serta faktor-faktor eksternal seperti kekuatan permintaan dan penawaran saham di pasar bursa dan analisa investasi saham. Dan menurut pakar ekonomi, faktor utama yang begitu mempengaruhi nilai atau harga saham, yaitu spekulasi yang berbeda dari para speculator. Spekulasi yang berbeda ini muncul biasanya karena mereka melihat informasi yang berbeda. Demikian informasi singkat mengenai saham, jenis, harga, dan faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham.