Mengenal Investasi Saham Syariah, Apa Bedanya Dengan Yang Biasa?

By on November 30, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 248 kali

Investasi Saham – Perbedaan investasi saham syarian dengan konvensional sebenarnya tidak begitu banyak. Investasi syariah sendiri merupakan produk investasi bagi investor yang khawatir ada riba dan unsur judi dalam investasi konvensional.  Ada yang menganggap investasi saham konvensional seperti judi karena dalam investasi ini yang diperdagangkan tidak jelas, dalam arti tidak kelihatan. Dalam investasi saham konvensional yang diperdagangkan adalah saham yang merupakan surat berharga menandakan kepemilikan perusahaan. Harga saham sewaktu-waktu bisa naik dan bisa turun tergantung dari kinerja dari perusahaan tersebut. Jika harganya naik, maka para investor akan menjual sahamnya dan mendapatkan keuntungan dari selisih harga saat membeli dulu.
Meski tidak ada perbedaan investasi saham syariah dengan konvensional yang mencolok, namun Indonesia tetap mengeluarkan investasi syariah dengan sedikit perbedaan pada instrument investasinya. Meski belum lama dikeluarkan, investasi syariah menunjukkan angka keuntungan yang lumayan besar meski belum sebesar investasi saham konvensional. Untuk mengenal lebih jauh mengenai investasi syariah, berikut adalah beberapa perbedaan investasi saham syariah dengan konvensional.

Jenis perusahaan yang dibeli terbatas

Perbedaan investasi saham syariah dengan konvensional yang pertama terletak pada banyaknya jumlah perusahaan yang bisa dibeli sahamnya atau perusahaan emiten. Pada investasi saham konvensional, Anda bisa bebas memilih perusahaan mana yang mau Anda beli sahamnya. Sedangkan untuk investasi saham syariah, tentu Anda hanya bisa memilih perusahaan yang menjalankan operasional sesuai dengan hukum dan ajaran Islam. Jika perusahaan tersebut tidak berjalan sesuai dengan ajaran Islam, maka tidak boleh mengeluarkan saham syariah. Contoh perusahaan yang tidak boleh misalnya perusahaan alkohol, perusahaan media yang memproduksi gambar atau video mengumbar aurat wanita, dan sebagainya.

Perusahaan dengan sistem bagi hasil

Perbedaan investasi saham syariah dengan konvensional yang kedua adalah pada mekanisme pembagian keuntungan dan resikonya.  Pada investasi saham konvensional, Anda akan mendapatkan keuntungan dari besar bunga yang sudah ditentukan oleh direksi perusahaan. Sementara pada untuk investasi syariah, jumlah keuntungan yang dibagi sesuai dengan kesepatakan, namun apabila perusahaan mengalami kerugian, maka pemegang saham syariah juga harus menanggung kerugiannya.

Kesepakatan antara perusahaan dengan pemilik saham

Sesuai dengan ajaran Islam terutama dalam praktek perdagangan yang dilakukan oleh Nabi Muhammah SAW, baik pembagian untung dan rugi harus dimusyawarahkan atau didiskusikan terlebih dahulu antara perusahaan dengan pemilik saham hingga mencapai kesepakatan. Dengan demikian tidak ada terjadi salah informasi atau resiko yang berlebihan.

Dalam musyawarah tersebut harus terjadi komunikasi dua arah. Perusahaan memberikan informasi yang lengkap dan jujur mengenai seluk beluk perusahaan kepada calon pemegang saham syariah. Calon pemegang saham syariah juga bisa menanyakan segala hal yang berkaitan dengan perusahaan dan mekanisme yang berhubungan dengan jual beli saham. Dengan demikian kesepakatan yang terjadi bukanlah sesuatu yang dipaksakan dan disetujui kedua belah pihak sehingga tidak menimbulkan konflik.

Baik investas saham syariah atau konvensional keduanya sama-sama menguntungkan. Hanya pada investasi saham syariah akan membuat investor cenderung bertindak hati-hati dan tidak hanya mengejar keuntungan yang maksimal. Hal ini karena apabila langkah yang diambil ceroboh dan serakah, apabila terjadi salah langkah dan merugikan perusahaan maka investor juga akan kena imbasnya. Yang jelas, investasi saham konvensional tidak ada sangkut pautnya dengan perjudian yang juga sudah disahkan oleh negara. Investasi saham syariah merupakan produk alternatif untuk Anda yang ingin mendapatkan keuntungan sesuai dengan ajaran Islam. Demikian beberapa perbedaan investasi saham syariah dengan konvensional.