Mengenal Investasi Reksadana Syariah

By on August 9, 2016 | Artikel ini Sudah di baca 636 kali

Investasi Reksadana – Reksadana bisa menjadi salah satu jenis investasi pilihan Anda. Namun, sebelum berinvestasi, Anda harus mengenal investasi reksadana itu seperti apa. Reksadaa terdiri dari tiga macam, yaitu reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran. Namun, apakah yang dimaksud dengan investasi reksadana syariah? Dan apakah perbedaannya jika dibandingkan dengan reksadana konvesnsional.

Mengenal Reksadana Syariah

Bila reksadana konvesional berjalan sesuai dengan ketetapan yag biasa, reksadana syariah dijalankan berdasarkan prinsip dan ketentuan menurut syariah Islam. Dalam reksadana syariah terdapat dua akad, yaitu Akad Wakalah dan Akad Midhrabah. Akad Wakalah adalah akad antara pemodal dengan manajer investasi. Sedangkan yang dimaksud dengan Wakalah adalah pelimpahan kekuasaan investasi dari satu pihak ke pihak yang sudah ditentukan bila akan diwakilkan.

Sedangkan Akad Midhrabah adalah akad yang terjadi di antara manajer investasi dan pengguna investasi pemodal. Mudharabah sebuah akad, jika Anda memberikan uang kepada orang lain—entah keluarga atau rekan kerja—untuk dikelola. Terdapat kesepakatan yang terjadi di dalamnya yang disetujui oleh kedua belah pihak. Salah satunya adalah apabila keuntungan diperoleh akan dibagi anatraa kedua belah pihak, tetapi bila mengalami kerugian akan ditanggung oleh shahib maal—atau disebut dengan pemodal—selama tidak ada kelalaian.

Dalam investasi reksadana sayriah, unit link hanya boleh ditempatkan di produk yang ada, tentunya dengan persayaratan sesuai dengan syariah atau hukum Islam. Seperti tabungan di bank syariah, obligasi syariah, deposito di bank syariah, atau sahan syariah yang sesuai dengan Daftar Efek Syariah. Di reksadana syariah, Anda bebas menentukan jenis seperti investasi apa yang Anda inginkan. Terdapat empat macam, yaitu Cahs Fund, Fixed Income, Balance Fund, dan Equity Fund.

Reksadana Syariah juga diurusi oleh tim manajer investasi yang telah disepakati sesuai dengan cara diversifikasi. Untuk Anda yang ingin berinvestasi jenis ini, terdapat batasan invesatasi dalam produk. Namun, selama kegiatannya tidak bertentangan dengan hukum Islam, Anda tidak perlu khawatir. Kegiatan yang bertentangan adalah sebagai berikut:

1. Judi
Bila kegiatan yang dilakukan mengandung unsur judi atau maisir sudah pasti dilarang.

2. Janji Palsu
Janji palsu yang dimaksud adlah perjanjian kontrak tanpa penyerahan wujud fisik barang sehingga dapat dikatakans ebagai kegiatan yang bertentangan dengan syariah.

3. KKN
Melakukan transaksi suap seperti korupsi, kolusi, dan nepotismen juga dilarang dalam Islam.

4. Gharar
Kegiatan jual beli yang mengandung unsur ketidakpastian atau gharar juga dilarang dalam Islam.

5. Riba
Dalam Islam tidak dikenal dengan riba atau bunga. Perbankan konvensional mrupakan salah satu jasa keuangan yang mengandung riba.

6. Haram
Di dalam Al Quran sudah dijelasakan beberapa hal yang termasuk kategori haram. Bahkan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia pun banyak tentang hal yang dikategorikan sebagai haram atau tidak.

Perbedaan Reksadana Syariah dan Konvensional

Terdapat beberapa perbedaan yang harus Anda ketahui jika ingin berinvestasi reksadana syariah. Di antaranya adalah:

1. Tujuan investasi reksadana syariah tidak semata-mata mengharapkan return yang tinggi tetapi juga SRI (Socially Responsible Investment), sedangkan konvensional bertujuan memiliki return yang tinggi.
2. Reksadana syariah mempunyai proses filterisasi dari kegiatan haram, tetapi konvensional tidak.
3. Akad dalam syariah tidak boleh bertentangan denga syariah Islam, sedangkan konvensional menekankan kesepakatan tanpa ada aturan halal atau tidak.

Program Referral
Keuntungan yang Anda akan Peroleh!

* Penghasilan Tanpa Batas
* Bonus Komisi Yang Dibagikan Setiap Bulan
* Jam Kerja Yang Fleksibel
* Dapat Dilakukan Secara Online Maupun Offline
* Anda Akan Mendapat Pelatihan Yang Komprehensif
* Anda Akan Mendapatkan Pengarahan Konsultasi
* Penghasilan anda; Komisi, Bonus Bounty