Mengapa Saat Bulan Puasa Malah Jadi Lebih Boros?

By on June 19, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 319 kali

Perencanaan Keuangan – Karena tidak makan siang, Anda akan berpikir kalau bulan puasa akan lebih hemat dibanding bulan-bulan lain. Nyatanya tidak demikian. Agar tidak terjebak, cari tahu di artikel ini penyebabnya. Ya, banyak yang mengatakan dan mengakui bahwa pengeluaran di bulan Ramadhan malah justru lebih meningkat dibanding bulan-bulan lainnya. Bahkan persentasenya meningkat hingga 25-50%. Apa sebenarnya penyebabnya. Berikut adalah daftar alasannya;

Harga Naik

Sudah menjadi kewajaran di masyarakat bahwa ketika masuk saatnya bulan Ramadhan, maka barang-barang kebutuhan pokok akan naik. Banyak alasan yang bisa menyebabkan hal ini, namun yang paling utama adalah karena meningkatnya kebutuhan masyarakat akan bahan pokok tersebut. Menjelang Ramadhan dan Lebaran harga kebutuhan pokok cenderung naik karena kebutuhan masyarakat yang makin meningkat sementara pasokan tidak berubah.

Beli Menu Berbuka Secara Berlebihan

Membengkaknya pengeluaran di saat puasa bisa disebabkan karena kebiasaan untuk membeli makanan berlebih untuk buka puasa. Ya, banyak orang yang mengalami hal ini. Penyebabnya adalah karena Anda biasanya “terlalu nafsu” atau istilahnya “lapar mata” karena seharian menahan lapar. Hingga tanpa pertimbangan lagi Anda pun membeli makanan untuk berbuka secara berlebih. Padahal, makanan yang Anda beli itu pun tersisa banyak.

Banyak Ikut Buka Bersama

Berapa banyak acara buka bersama yang Anda ikuti selama bulan puasa? Lalu, berapa banyak acara buka puasa bersama itu diadakan di sebuah rumah makan atau restoran yang dapat merogoh kocek yang cukup lumayan? Asyik memang ketika memanfaatkan momen puasa untuk bertemu dan berkumpul dengan rekan-rekan sambil berbuka puasa bersama. Namun, walaupun hanya 1 bulan dalam 1 tahun, bila kegiatan itu dilakukan secara intensif tanpa perhitungan, maka pengeluaran Anda pun akan lebih membengkak. Bahkan lebih besar dibanding bulan lainnya.

Banyak Promo

Berapa banyak pusat perbelanjaan atau mal yang seakan berlomba memberikan diskon besar-besaran di saat Ramadhan? Karena terbawa euphoria tersebut, tidak sedikit dari Anda yang akhirnya juga melakukan kegiatan belanja yang berlebihan.

Gampang, Kan Nanti Dapat THR?

Kenapa ada kalimat tersebut? Maksudnya, karena merasa akan dapat Tunjangan Hari Raya (THR), maka Anda merasa ada penghasilan tambahan yang akan didapatkan. Akhirnya, Anda juga merasa bisa dengan “halal” untuk menghabiskan penghasilan rutin yang dimiliki. Memang, bagi kita yang bekerja, THR merupakan penghasilan yang dinanti-nanti, dan bisa membantu menambah penghasilan bulanan. Namun, bukan artinya Anda tidak bijak juga kankalau semua pendapatan kita dihabiskan untuk keperluan satu bulan saja?

Secara keseluruhan, hal yang wajib dilakukan adalah Anda membuat anggaran dahulu untuk bulan puasa. Hitung, berapa rupiah yang bisa dianggarkan untuk kegiatan berbelanja kebutuhan selama puasa, berapa rupiah yang dianggarkan untuk acara buka bersama, dan berapa rupiah yang bisa dianggarkan untuk membeli barang-barang. Akhirnya, minimalisasi anggaran selama puasa pun bisa Anda lakukan.

 

Sumber: cekaja.com