Mencoba Gadai Emas

By on November 9, 2015 | Artikel ini Sudah di baca 276 kali

Investasi Emas – Sebenarnya perbedaan gadai emas di bank syariah dan institusi konvensional ini tidak memiliki perbedaan yang terlalu siginifikan. Dua tempat ini bisa membantu Anda untuk mendapatkan uang tunak dari hasil menggadaikan emas yang Anda miliki. Naik turunnya nilai dollar Amerika sangat berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia. Kebijakan pemerintah tentang keadaan ekonomi Indonesia pun masih perlu dikaji lebih dalam. Rumor mengenai kurs dollar yang akan terus naik ini lebih dipercaya daripada keluarnya kebijakan pemerintah yang konon dapat membuat perekonomian lebih baik di masyarakat.

Banyak bentuk investasi yang ternyata tidak lebih besar dari lonjakan inflasi. Namun, ada sebuah jenis investasi konvensional yang masih sangat baik nilai return-nya. Investasi emas mungkin dianggap kuno bagi sebagian orang. Tapi, dengan memiliki emas, Anda masih mempunyai sebuah bentuk investasi yang bisa diuangkan dengan cepat. Hal ini membuat masyarakat  jadi mulai menggadaikan atau menjual barang berharganya yang berupa emas demi mendapatkan uang tunai. Uang tunai ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Jaminan yang Bisa Digadaikan

Emas bisa digadaikan di tempat – tempat tertentu. Memang tidak semua tempat menyediakan jasa gadai emas. Namun ada tempat di suatu bank syariah nasional dan salah satu institusi konvensional yang bisa membantu masyarakat melakukkan pinjaman. Dalam bank syariah atau institusi konvensional ini menerima jasa gadai emas. Di dalam tempat ini Anda bisa menggadaikan emas Anda yang berbentuk perhiasan maupun yang masih berbentuk logam mulia (batangan).

Jangka Waktu

Menggadaikan emas ini sama saja dengan meminjam uang dengan memberikan pinjaman dalam jangka waktu tertentu. Semakin lama waktu yang Anda minta untuk melunasi cicilan dari hasil gadai emas tersebut, pastinya semakin kecil juga cicilan yang Anda bayar. Namun, total uang yang Anda kembalikan pada penyedia jasa gadai emas tersebut akan jauh lebih besar. Biasanya jangka waktu yang diberikan penyedia jasa ini mulai dari 3 bulan sampai 36 bulan untuk institusi konvensional. Untuk menggadaikan emas di bank syariah ini bisa mulai dari 4 bulan dengan maksimal dua kali perpanjangan.

Peserta Gadai Emas

Siapa saja yang bisa melakukan gadai emas ini adalah yang memiliki emas itu sendiri. Untuk di bank syariah ini, yang bisa menerima jasa gadai emas ini adalah peserta perorangan atau individu. Untuk di institusi konvensional dapat menyediakan jasa gadai ini untuk peserta perorangan, kolektif ataupun arisan. Untuk peserta kolektif dan arisan minimal 6 orang dan maksimal 36 orang.

Syarat Menggadaikan Emas

Di dalam bank syariah, untuk dapat merasakan jasa gadai emas ini harus memiliki kartu indentitas nasabah bank syariah tersebut.  Kemudian melakukan pembiayaan yang bisa dimulai dari lima ratus ribu rupiah. Selain itu, peserta yang ingin gadai emas ini juga harus memiliki jaminan emas berupa perhiasan atau emas batangan. Sedangkan kalau di institusi konvensional memang lebih mudah, yaitu hanya menyerahkan salinan identitas resmi berupa Kartu Tanda Penduduk , kemudian meneyerahkan emas yang akan digadai serta menandatangani Surat Bukti Kredit (SBK).

Akad atau perjanjian yang digunakan oleh Bank syariah dalam jasa gadai emas ini adalah adalah akad Qardh dalam rangka Rahn. Akad ini tentunya disesuaikan dengan hukum ekonomi syariah. Maksud dari akad ini adalah pemberian pinjaman ini disertai dengan penyerahan tugas pada Bank supaya Bank menjaga jaminan yang diserahkan. Sekarang terserah Anda mau memakai jasa yang mana setelah mengetahui perbedaan gadai emas di bank syariah dan institusi konvensional.